Peringatan Akan Chaos Politik
Di bagian akhir pernyataannya, Bambang memperingatkan agar masyarakat Kalimantan Timur tidak dijadikan alat atau tumbal bagi ambisi politik pihak-pihak yang gagal dalam kontestasi sebelumnya.
Ia menilai dorongan untuk melakukan pemakzulan kepala daerah melalui tekanan massa berpotensi menciptakan kekacauan (chaos) politik yang berkepanjangan di Benua Etam.
Sebagai alternatif dari aksi jalanan, BW menawarkan ruang dialog.
Ia meminta semua pihak untuk meninggalkan cara-cara agitasi dan provokasi, serta mengedepankan kedewasaan berpolitik dalam menerima hasil demokrasi yang sudah berjalan.
"Kalau memang ingin perubahan, mari kita melakukan dialog. Tinggalkan provokasi dan agitasi. Kalau belum bisa menerima kekalahan, maka yang perlu diperbaiki adalah kedewasaan berpolitik," pungkasnya.
Pernyataan yang disampaikan secara mandiri oleh BW ini muncul hanya tiga hari sebelum estimasi 4.075 massa dari 44 organisasi direncanakan mengepung dua titik utama di Samarinda: Jalan Gajah Mada (Kantor Gubernur) dan Karang Paci (Kantor DPRD Kaltim). (son)
Tag




