Restiawan menyoroti pentingnya peran Duta Wisata di era digital, di mana para finalis diharapkan mampu menjadi komunikator aktif dalam mempromosikan potensi wisata daerah melalui berbagai platform, termasuk media sosial.
Ia juga menekankan kolaborasi antara UMKM, pariwisata, dan budaya lokal, yang kini menjadi kekuatan ekonomi kreatif Kalimantan Timur.
“Kami ingin setiap perjalanan wisata memberi nilai tambah bagi masyarakat lokal. Kekuatan pariwisata Kaltim terletak pada masyarakatnya yang kreatif, terbuka, dan peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Ia pun berpesan agar para Duta Wisata mampu menjadi pelopor cinta tanah air dan turut memperkenalkan pesona Indonesia dari Sabang hingga Merauke, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat kolaborasi, Grand Final Duta Wisata Indonesia 2025 di Balikpapan tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebangkitan pariwisata nasional.
Acara ini menegaskan bahwa generasi muda adalah ujung tombak dalam memperkuat citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
(adv)
Tag



