Keluarga korban masih harus bolak-balik mengurus administrasi dari Puskesmas ke RS Hermina sebelum akhirnya bisa ditangani di RSUD AWS.
"Sistem rujukannya masih sulit. Saya harus keliling dulu ke Puskesmas dan rumah sakit lain hanya untuk kontrol. Padahal ini kasus khusus yang terjadi di rumah sakit mereka," tambahnya.
Menuju Babak Baru: Pendampingan Hukum
Melihat proses yang kian tidak menentu, keluarga korban kini memperkuat barisan dengan menggandeng kuasa hukum dan mendapatkan pengawalan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Kaltim.
Kuasa hukum keluarga, dikabarkan tengah mempersiapkan langkah untuk memastikan audit medis tersebut dilakukan secara terbuka dan dapat dihadiri oleh pihak independen.
Keluarga korban menegaskan akan terus menuntut transparansi hingga titik darah penghabisan, setidaknya sampai hasil audit tersebut dipaparkan secara jujur tanpa ada fakta yang ditutupi. (son)
Tag




