Arus Publik

Audit Dugaan Kelalaian Medis di RS Pemerintah Belum Terbit, Ibu Bayi: Kami Dipaksa Menunggu?

Janji dua minggu berubah sebulan, keluarga korban kecewa

Rabu, 29 April 2026 22:3

Ibu korban bayi nekrosis tangan di RSUD AWS Samarinda saat menjalani wawancara terkait proses penanganan medis anaknya

Kekecewaan Terhadap Peran Pengawasan DPRD

Poin panas dalam perkembangan kasus ini juga menyasar pada kinerja Komisi IV DPRD Kalimantan Timur

Keluarga korban merasa kecewa karena para wakil rakyat terkesan menunggu bola dari pihak rumah sakit, bukannya melakukan desak secara progresif. 

Rafita menilai DPRD telah menganggap remeh penderitaan rakyatnya.

"Harusnya mereka (dewan) yang mendesak rumah sakit, bukan malah menunggu kabar," kritik Rafita.

Kondisi Bayi dan Birokrasi yang "Menyiksa"

Mengenai kondisi kesehatan sang bayi, Rafita menjelaskan bahwa luka bekas nekrosis di tangan mulai mengering setelah perban dilepas pada 23 April lalu. 

Namun, kekhawatiran baru muncul karena terdapat luka basah di area selangkangan yang masih membutuhkan perawatan intensif.

Meski memuji sikap perawat dan dokter spesialis bedah plastik yang kini lebih komunikatif, Rafita mengeluhkan sistem rujukan yang birokratis dan melelahkan. 

Tag

MORE