ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Kota Samarinda menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas utama dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
Hal itu terlihat dari besarnya alokasi anggaran untuk belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi yang mencapai Rp393,41 miliar.
Anggaran tersebut menjadi yang terbesar di antara seluruh komponen belanja modal yang tercantum dalam Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 9 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026.
- APBD Samarinda 2026 Sisihkan Rp20 Miliar untuk Dana Darurat, Bisa Dipakai saat Bencana hingga Keadaan Mendesak
- Porsi Belanja Operasi Dominasi APBD Kota Samarinda 2026, Belanja Modal Jalan dan Irigasi Jadi Prioritas Utama
- APBD 2026: Pajak BBM Jadi Penyumbang Terbesar Pajak Daerah Kaltim, Ini Rinciannya
Menyerap Lebih dari 80 Persen Belanja Modal
Total belanja modal Kota Samarinda pada 2026 direncanakan sebesar Rp478,46 miliar.
Dari jumlah itu, belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi menyerap sekitar 82 persen dari keseluruhan anggaran belanja modal daerah.
Besaran tersebut jauh melampaui anggaran untuk belanja modal peralatan dan mesin yang dialokasikan sebesar Rp50,49 miliar.
Sementara itu, belanja modal aset tetap lainnya mencapai Rp21,65 miliar, belanja modal gedung dan bangunan Rp11,60 miliar, serta belanja modal aset lainnya sebesar Rp1,3 miliar.
Fokus pada Peningkatan Sarana Publik
Dominasi anggaran pada sektor jalan, jaringan, dan irigasi menunjukkan fokus pemerintah daerah terhadap penguatan infrastruktur dasar.
Infrastruktur menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta menunjang pelayanan publik.
Selain itu, pembangunan jaringan dan irigasi juga berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi serta menjaga keberlanjutan layanan dasar yang dibutuhkan masyarakat.
APBD Samarinda 2026 Capai Rp3,18 Triliun
Secara keseluruhan, APBD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp3,18 triliun.
Nilai tersebut terdiri atas pendapatan daerah sebesar Rp3,18 triliun dan belanja daerah dengan jumlah yang sama sehingga tidak terdapat defisit maupun surplus anggaran.
Belanja daerah sendiri terdiri atas belanja operasi sebesar Rp2,68 triliun, belanja modal Rp478,46 miliar, dan belanja tidak terduga sebesar Rp20 miliar.
Dalam struktur tersebut, belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi menjadi komponen investasi pembangunan terbesar yang direncanakan pemerintah kota pada tahun 2026.
Infrastruktur Jadi Prioritas Pembangunan Tahun Depan
Besarnya alokasi untuk jalan, jaringan, dan irigasi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas dalam kebijakan anggaran Pemerintah Kota Samarinda pada 2026.
Dengan anggaran mencapai Rp393,41 miliar, sektor ini memperoleh porsi terbesar dalam belanja modal daerah dan menjadi salah satu fokus utama penggunaan APBD tahun depan. (naa)




