Selain soal anggaran, DPRD juga menyinggung efektivitas program di lapangan. Salah satunya Kampung KB yang dinilai belum berjalan maksimal.
Anhar mengungkapkan, dari data yang ia pegang, hanya sebagian kecil yang benar-benar aktif.
“Dari 20 Kampung KB, hanya lima yang berjalan. Sisanya lebih banyak sekadar papan nama dan baliho. Ini harus jadi evaluasi serius,” katanya.
Ia menegaskan, DPRD tetap membuka ruang dukungan anggaran. Namun, syaratnya jelas: program harus punya dampak nyata dan indikator keberhasilan yang terukur.
“Kalau programnya jelas dan terasa manfaatnya di masyarakat, tentu kami dukung. Tapi jangan hanya formalitas,” ujarnya. (adv)
Tag



