ARUSBAWAH.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,11 persen pada April 2026 dibandingkan Maret 2026.
Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan hingga sektor transportasi menjadi penyumbang utama inflasi di Kalimantan Timur.
Kepala BPS Kaltim, Mas'ud Rifai, mengatakan angka inflasi April tahun ini relatif lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
“Kalimantan Timur mengalami inflasi bulanan sebesar 0,11 persen pada April 2026 terhadap Maret 2026. Ini lebih rendah dibandingkan bulan lalu dan bulan yang sama tahun 2025,” ujar Mas’ud Rifai dalam rilis resmi BPS Kaltim, dikutip Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, secara tahunan atau year on year (y-on-y), Kaltim mengalami inflasi sebesar 2,50 persen pada April 2026 terhadap April 2025.
Sementara inflasi tahun kalender sebesar 1,48 persen dihitung sejak Desember 2025 hingga April 2026.
“Pada April 2026, Provinsi Kalimantan Timur mengalami inflasi tahunan sebesar 2,50 persen,” katanya.
Mas’ud menyebut kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar secara bulanan dengan tingkat inflasi mencapai 0,71 persen dan andil 0,09 persen.
Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mengalami inflasi cukup tinggi sebesar 1,51 persen dengan andil 0,06 persen.
Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.
Tag



