Dalam rapat tersebut, 32 anggota dewan melaporkan bahwa efektivitas dan implementasi teknis program Gratispol menjadi keluhan masyarakat.
Hal ini membuat fokus pembahasan bukan lagi pada seberapa besar anggaran yang dikeluarkan namun seberapa efektif program ini benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.
Permasalahan Putus Sekolah Bukan Hanya Soal Biaya Kuliah
Ini merupakan persoalan yang harus dipahami, program Gratispol, dalam desainnya, lebih banyak menyasar jenjang pendidikan tinggi yaitu mahasiswa D3 hingga S3.
Sementara angka putus sekolah yang mengkhawatirkan justru terjadi di level SMA/SMK, dua hingga tiga tingkat lebih awal dalam tangga pendidikan.
Artinya, anak-anak yang putus di bangku SMA tidak sempat merasakan manfaat beasiswa kuliah gratis itu.
Mereka sudah gugur sebelum sampai ke gerbang perguruan tinggi.
Rancangan RKPD 2027 sendiri mengidentifikasi persoalan ini sebagai dua masalah yang berbeda namun saling terkait:
- Rendahnya aksesibilitas pendidikan menengah SMA/SMK, yang tercermin dari angka putus sekolah 18,16% dan APS usia 16–18 tahun yang baru 84,15%.
- Rendahnya kualitas pendidikan menengah, dengan nilai literasi SMA hanya 77,17% dan nilai literasi SMK 72,79%.
Keduanya menjadi hambatan struktural yang, jika tidak ditangani dari akarnya, akan membuat program beasiswa kuliah gratis sekalipun hanya dinikmati oleh mereka yang sudah beruntung bisa menyelesaikan SMA.
Tag



