Arus Publik

Makan Bergizi Gratis

Anggaran Pendidikan “Diserobot” untuk MBG, CALS Masuk sebagai Pihak Terkait di MK

Selasa, 17 Maret 2026 22:31

Kelompok akademisi hukum yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) resmi mengajukan diri sebagai pihak terkait dalam uji materi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) dan UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi (MK)/ HO to Arusbawah.co

Ia menegaskan, pengalihan anggaran ke program MBG justru dapat menghambat pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan.

“Konstitusi menuntut penguatan, bukan pengurangan anggaran pada sektor pendidikan dan kesehatan,” katanya.

 

Bukan Sekadar Soal Anggaran

CALS menegaskan perkara ini bukan sekadar perdebatan teknis anggaran, tetapi menyangkut masa depan pendidikan nasional.

Mereka meminta Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa anggaran pendidikan harus tetap dilindungi sesuai amanat konstitusi.

Selain itu, anggaran tersebut tidak boleh digunakan sebagai ruang fiskal fleksibel untuk membiayai program di luar sektor pendidikan, termasuk MBG.

Studi CELIOS soal MBG

Sebelumnya, studi evaluasi independen yang diterbitkan Center of Economic and Law Studies (Celios) menyimpulkan hasil yang berseberangan dengan klaim pemerintah: tidak satu pun dari empat tujuan utama MBG tercapai setelah hampir satu tahun pelaksanaan.

Studi bertajuk “Satu Tahun Makan (Tidak) Bergizi (Tidak) Gratis” ini menjadi evaluasi empiris pertama yang secara sistematis mengukur dampak MBG di lapangan, di tengah belum adanya kajian resmi pemerintah.

Celios menilai, program dengan anggaran jumbo tersebut justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, sosial, hingga fiskal dalam skala besar.

Gizi Anak Tak Membaik, Beban Keluarga Tetap Berat

Temuan utama Celios menunjukkan tidak ada bukti empiris bahwa MBG berhasil memperbaiki status gizi anak.

Mayoritas orang tua responden mengaku tidak melihat kenaikan berat badan anak maupun perbaikan kondisi kesehatan setelah menerima MBG.

Klaim pemerintah bahwa MBG meningkatkan fokus, keaktifan, dan kedisiplinan anak di sekolah juga terpatahkan oleh data.

Sebanyak 52 persen responden menyatakan anak tidak menjadi lebih fokus atau aktif, sementara 55 persen menilai tingkat kerajinan anak tetap sama.

Dari sisi ekonomi rumah tangga, program ini juga dinilai gagal meringankan beban keluarga.

Sebanyak 65 persen orang tua masih harus mengeluarkan uang tambahan untuk makanan pengganti karena porsi, kualitas, atau kecukupan MBG dianggap tidak memadai.

Tag

MORE