Ia menyebut Komite Medis AWS sudah bergerak melakukan investigasi terhadap tindakan yang dilakukan tenaga medis terkait.
“Saya percaya komite medis di rumah sakit AWS sudah memberikan sanksi kepada dokter yang bersangkutan sambil melakukan investigasi,” ujarnya.
Meski demikian, Andi Satya menilai yang paling penting saat ini bukan hanya penyelesaian terhadap kasus yang telah terjadi, melainkan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Ia meminta manajemen rumah sakit menjadikan rentetan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan dan pengawasan internal.
“Kita berharap ke depan kejadian-kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. Manajemen harus lebih serius lagi untuk memberikan dan menjamin keselamatan pasien,” katanya.
Bagi Komisi IV DPRD Kaltim, kata Andi Satya, posisi AWS sebagai rumah sakit rujukan membuat standar pelayanan yang diterapkan harus berada pada level tertinggi.
Sebab setiap kesalahan yang terjadi tidak hanya berdampak pada satu pasien, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan pemerintah secara keseluruhan.
“Patient safety harus menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan,” tuturnya.
(sobizz/raf)
- Syarifatul Sya'diah Sebut Berau Tak Cuma Derawan, Sangkulirang-Mangkalihat Punya Gua Tapak Tangan Purba dan Puncak Ketepu
- Sungai Mahakam Jadi "Selat Hormuz" Batubara, Rp864 Triliun Mengalir Setiap Tahun, Kaltim Hanya Kebagian Rp8,56 Triliun
- Firnadi Ikhsan Sebut Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Investasi Masa Depan Kaltim, Bidik Pengakuan UNESCO
Tag




