Untuk KPC, angka produksi mengacu pada keterbukaan informasi dan laporan kinerja PT Bumi Resources Tbk.
Sementara data Tambang Tabang berasal dari Guidance Report PT Bayan Resources Tbk yang memuat target peningkatan produksi grup.
Adapun kapasitas produksi PT Berau Coal mengacu pada profil operasional perusahaan serta data historis Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM yang mencatat akumulasi produksi dari tambang Lati, Binungan, dan Sambarata.
Seluruh data tersebut merupakan informasi yang bersifat publik dan diperbarui secara berkala melalui laporan tahunan perusahaan, dokumen hubungan investor (Investor Relations), serta keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Berkontribusi pada Industri Batu Bara Nasional
Ketiga perusahaan tersebut menjadi bagian penting dalam industri pertambangan batu bara di Kalimantan Timur.
Selain memasok kebutuhan energi dalam negeri, produksi batu bara dari perusahaan-perusahaan tersebut juga diekspor ke berbagai negara.
Aktivitas operasional yang didukung kawasan konsesi luas, infrastruktur logistik, serta kapasitas produksi yang besar menjadikan Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat industri batu bara terbesar di Indonesia.
Keberadaan tambang-tambang berskala besar tersebut juga berperan dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga pengembangan infrastruktur di sekitar wilayah operasional. (sal)




