Arus Publik

Terowongan Samarinda

Rp432 Miliar Sudah Digelontorkan, Mengapa Terowongan Samarinda Masih Butuh Rp90 Miliar?

Andi Harun Jelaskan Tambahan Anggaran

MENJELASKAN - Wali Kota Samarinda, Andi Harun/ARUSBAWAH.CO

ARUSBAWAH.CO -  Meski Terowongan Samarinda belum dibuka untuk umum, Pemerintah Kota Samarinda mulai menyiapkan rencana pekerjaan lanjutan di kawasan sekitarnya dengan kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp90 miliar.

Proyek terowongan (Tunnel) Samarinda yang menghubungkan Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap ini diketahui telah menghabiskan anggaran sekitar Rp432,3 miliar dari APBD periode 2022–2025.

Selain itu, ada usulan tambahan anggaran sebesar Rp90 miliar pada 2026 ini untuk penguatan struktur terowongan sepanjang 700 meter ini.

Angka tersebut sempat menjadi sorotan lantaran kerap dikaitkan dengan proyek terowongan yang sebelumnya sudah dibangun melalui skema tahun jamak (multiyears).

Namun, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan dana Rp90 miliar itu bukan tambahan anggaran untuk proyek terowongan yang lama.

Menurutnya, pekerjaan konstruksi terowongan telah selesai.

Anggaran yang sedang direncanakan merupakan program berbeda yang ditujukan untuk pengembangan kawasan penunjang setelah terowongan beroperasi.

“Yang Rp90 miliar itu tidak terkait dengan paket pekerjaan yang lama. Tidak ada penambahan anggaran pada proyek terowongan yang sudah selesai,” kata Andi Harun saat ditemui di Balai Kota Samarinda, Rabu (24/6/2026).

Menurut Andi Harun, pekerjaan yang direncanakan itu tidak masuk dalam kontrak pembangunan terowongan yang telah diselesaikan sebelumnya.

Rencana tersebut merupakan agenda terpisah yang diarahkan untuk mendukung operasional kawasan terowongan di masa mendatang.

“Ada agenda ke depan sambil operasional. Entah itu bisa dikerjakan dalam satu tahun anggaran atau dua sampai tiga tahun anggaran,” katanya.

Salah satu pekerjaan yang direncanakan adalah regrading atau pemangkasan lereng di sisi portal terowongan agar kemiringannya lebih landai, disertai penimbunan kembali pada area di atas terowongan.

“Untuk menutup yang di depan kanopinya. Nanti kan ada timbunan lagi di atas (terowongan),” lanjut orang nomor satu di Kota Samarinda itu.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak keliru memahami kebutuhan anggaran tersebut sebagai pembengkakan biaya proyek terowongan.

Sebab, seluruh pekerjaan utama terowongan telah selesai dan tidak ada penambahan nilai kontrak terhadap proyek multiyears yang telah berakhir.

“Tidak masuk dalam paket pekerjaan multiyears kemarin,” tegasnya.

Selain pekerjaan penataan lereng, Pemkot Samarinda juga mulai menyiapkan rencana pelebaran jalan di kawasan sekitar terowongan, yakni Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Sejati.

Andi Harun mengatakan, rencana tersebut merupakan agenda terpisah dan tidak termasuk dalam kebutuhan anggaran sekitar Rp90 miliar yang sebelumnya disampaikan.

Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda telah diminta untuk mulai menyusun perencanaan awal sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan di masa mendatang.

“Saat ini sedang proses perencanaan. Saya sudah perintahkan PU untuk merencanakan itu. Sultan Alimuddin dan Sejati,” kata Andi.

Namun demikian, realisasi proyek pelebaran jalan tersebut masih menunggu kemampuan keuangan daerah.

Tag

MORE