Ia juga mendorong penggunaan moda transportasi alternatif seperti helikopter jika sungai tak bisa dilalui.
Meski tidak menafikan upaya pemerintah, ia berharap ke depan ada sistem tanggap darurat yang lebih sigap.
Prosedur pengambilan keputusan dinilai terlalu birokratis, padahal dalam kondisi darurat, waktu adalah faktor utama.
“Kami paham medan berat, tapi itu juga bukan hal baru. Harusnya sudah ada antisipasi. Kita tidak bisa terus memakai alasan yang sama tiap tahun,” ujarnya.
Pemerintah diharapkan mengevaluasi pola distribusi bantuan, termasuk mempercepat pemetaan logistik dan penggunaan moda transportasi alternatif seperti helikopter, jika kondisi sungai tidak memungkinkan. (pra)
Baca juga:
Tag




