Arus Publik

Wisma Atlet Jadi Hotel Bintang 3, Bisakah Perusda MBS Bersaing dengan Hotel Swasta di Samarinda?

Wisma Atlet Kaltim Resmi Beroperasi sebagai Hotel Bintang Tiga

Kamis, 6 November 2025 20:45

WISMA ATLET - Potret gedung hotel atlet yang berada di kawasan Gelora Kadrie Oening, Sempaja Kota Samarinda/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Bangunan yang pernah menjadi tempat menginap para kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-30 tahun 2024 di kawasan Gelora Kadrie Oening, Samarinda, kini berubah fungsi. 

Setelah lama terbengkalai dan tak lagi digunakan, Wisma Atlet Kalimantan Timur resmi dibuka kembali sebagai hotel bintang tiga.

Setelah lama terbengkalai dan tak lagi digunakan, Wisma Atlet Kalimantan Timur resmi beroperasi sebagai hotel bintang tiga.

Tarifnya tak jauh berbeda dengan hotel-hotel bisnis di kota ini sekitar Rp398 ribu per malam untuk kamar standard twin dengan fasilitas smart TV, WiFi, air mineral, dan perlengkapan mandi.

Namun di balik operasional baru ini, ada skema bisnis yang menarik.

Hotel yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) ini kini dikelola oleh Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (Perseroda MBS) bekerja sama dengan pihak swasta, Phinisi Hospitality Group, yang dikenal berpengalaman mengelola jaringan hotel di beberapa kota besar di Indonesia.

Langkah itu telah diatur secara resmi melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 29 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Wisma Atlet oleh Perseroda MBS.

Dalam beleid itu, Pemprov Kaltim menetapkan pembagian hasil laba bersih 35 persen untuk Pemprov dan 65 persen untuk MBS.

Skema ini dimaksudkan untuk mendorong MBS lebih aktif mengelola aset daerah agar mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Uang dari “Kantong Kanan ke Kantong Kiri”

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim), Ahmad Muzakkir, menjelaskan alasan pemerintah memilih MBS untuk mengelola langsung aset ini, bukan pihak swasta.

“Kita bukan tidak mau menggandeng swasta, tapi kita beri kesempatan ke Perusda kita dulu. Saya berharap uang di kantong kanan masuk ke kantong kiri,” ujar Muzakkir ketika ditemui wartawan, pada Kamis (5/11/2025).

Ia menilai, sudah waktunya Perusda Kaltim menunjukkan tanggung jawab dalam mengelola aset masyarakat secara profesional.

“Kita minta MBS jalankan tanggung jawab itu. Mereka boleh kerja sama dengan swasta, tapi mereka harus tetap jadi leader. Karena kita pemilik, jadi harus bertanggung jawab. Harus ada semangat untuk menjaga aset daerah,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemprov Kaltim sempat membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta murni, namun beberapa tawaran yang datang dari grup hotel seperti Falset Hotel, Makati Hotel International, Svizzera Hospitality Management, hingga Pandawa Hospitality Management Kaltim, belum menunjukkan komitmen yang serius.

“Sudah beberapa tahun dicoba, tapi enggak ada yang benar-benar jalan. Banyak yang siap di atas kertas, tapi realisasinya nihil. Akhirnya kita ambil alih lagi. MBS sekarang yang jalan, dan kita dorong mereka untuk membuktikan bisa,” jelas Muzakkir.

Akses Baru dan Rencana Pemanfaatan oleh Pemprov Kaltim

Selain soal pengelolaan, MBS juga mengajukan permintaan kepada Pemprov untuk mendukung akses menuju hotel tersebut.

“Mereka minta dibangunkan jalan di samping, supaya tamu hotel enggak terganggu kalau weekend, karena di situ kan banyak jajanan. Jadi biar ada jalur sendiri dan bisa pasang plang hotel,” kata Muzakkir.

Ia juga menyebutkan bahwa dalam waktu dekat, hotel atlet akan mulai digunakan untuk berbagai kegiatan resmi Pemprov Kaltim, termasuk rapat dan pelatihan.

“Saya akan coba gunakan hotel atlet itu untuk event-event pemerintah. Supaya uang yang keluar itu balik lagi ke kita. Dari kita untuk kita," katanya. 

 

Pengelolaan Profesional dan Target Dividen

Meski berstatus BUMD, MBS menggandeng Phinisi Hospitality sebagai pengelola operasional harian.

Semua staf hotel berasal dari manajemen profesional yang sudah berpengalaman di industri perhotelan.

“Yang urus di sana semua dari manajemen mereka. Harus profesional. Jangan dikira melipat sprei itu mudah. Sekali tamu komplain karena kotor sedikit, bisa jadi cerita buruk ke tamu lain. Jadi kualitas pelayanan harus dijaga,” tegas Muzakkir.

Sementara itu, tarif hotel sudah ditetapkan oleh pihak manajemen dengan sistem bagi hasil yang telah disepakati.

MBS juga memiliki target untuk menyetor dividen tahunan ke Pemprov sesuai peraturan yang berlaku.

“Ada target dividen untuk kita. Setiap tahun nanti dihitung berapa laba bersihnya, itu yang dibagi 35 persen ke Pemprov, 65 persen ke MBS. Itu masuk ke PAD, dan itu yang kita kejar," lanjutnya.

Evaluasi dan Peluang Lelang Terbuka

Meski kini dikelola MBS, Pemprov tak menutup kemungkinan untuk membuka lelang terbuka bagi pengelolaan hotel atlet di masa depan.

Langkah itu akan diambil jika kinerja MBS tidak memenuhi target yang ditetapkan Pemprov.

Ia memastikan, evaluasi akan dilakukan secara berkala.

Hasil kinerja MBS akan menjadi tolak ukur apakah pengelolaan ini akan dilanjutkan atau dibuka untuk kompetisi dengan swasta.

“Kita ingin membuka seluas-luasnya kesempatan bagi yang profesional. Tapi kalau Perusda kita bisa, kenapa harus ke yang lain? Dari kantong kanan ke kantong kiri aja dulu. Tapi kalau nanti mereka enggak mampu, baru kerja sama lagi dengan pihak lain,” pungkas Muzakkir.

(wan)

 

Tag

MORE