ARUSBAWAH.CO - Politani Samarinda viral—bukan di lokal, tapi di level internasional.
Kampus vokasi yang berbasis di Samarinda ini muncul dalam pemberitaan resmi WeChat, salah satu platform informasi terbesar di Tiongkok.
Dalam liputannya, media Tiongkok menilai Politani sebagai institusi yang punya kekuatan strategis di bidang kehutanan, mulai dari pengelolaan hutan tropis, riset restorasi lahan, hingga pengembangan SDM kehutanan untuk kawasan Asia–Pasifik.
Bagi mahasiswa dan akademisi, sorotan ini bukan hal mengejutkan.
Politani memang punya rekam jejak panjang dalam riset hutan tropis, teknologi hasil hutan, pemetaan GIS, serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.
Keunggulan itu dianggap sejalan dengan agenda kerja sama Tiongkok–ASEAN untuk memperkuat kolaborasi riset kehutanan modern.
Ekosistem Kalimantan Jadi “Lab Raksasa” yang Menarik Minat Tiongkok
Salah satu alasan Tiongkok memberikan atensi khusus adalah posisi Kalimantan sebagai pusat ekosistem tropis dunia.
Politani memanfaatkan kekayaan alam ini sebagai laboratorium penelitian terbuka. Kampus ini aktif dalam forum internasional terkait pemulihan lahan, konservasi biodiversitas, hingga pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Direktur Politani Samarinda, Hamka, mengatakan bahwa kurikulum Pengelolaan Hutan serta Teknologi Hasil Hutan mendapat sorotan karena dianggap sangat relevan dengan kebutuhan industri.
Pendekatan praktis seperti praktek lapangan, teknologi pemetaan, dan riset berbasis ekosistem membuat banyak institusi luar negeri tertarik menjalin kerja sama.
- Data BPS Kaltim 2025 Ungkap Peta Perguruan Tinggi, Mahasiswa Terpusat di Samarinda dan Balikpapan!
- BKC, BKT, dan Gratispol, Rincian Anggaran Beasiswa Kaltim dari Alm Awang Faroek hingga Rudy Mas’ud
- Akademisi, Pihak Kampus, Pejabat, dan Jurnalis Duduk Semeja: HUT ke-4 Arusbawah.co Coba Hadirkan Percakapan Baru
Politani Tampil di Forum Internasional China–ASEAN
Momentum eksposur internasional Politani terjadi bertepatan dengan keikutsertaan mereka dalam Symposium on High-Quality Development of China–ASEAN Forestry Industry–Education Integration di Nanning pada 22 November 2025.
Dalam forum itu, Hamka memaparkan kontribusi Politani dalam riset ekosistem tropis, teknologi hasil hutan, serta pengembangan SDM kehutanan yang mendukung ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Simposium ini menjadi panggung penting bagi Politani untuk menunjukkan kemampuan mereka bersaing dalam transformasi sektor kehutanan modern.
Resmi Jalin MoU dengan Kampus di Tiongkok, Siap Perluas Jejaring Global

Tidak berhenti di forum internasional, Politani juga menandatangani MoU dengan Guangxi Eco-Engineering Vocational and Technical College. Kerja sama ini meliputi:
- Program Short Course satu bulan untuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa
- Skema Double Degree antara dua kampus
- Peluang magang industri di Tiongkok
Langkah ini mempertegas posisi Politani sebagai kampus vokasi kehutanan yang bukan hanya kuat secara akademik, tetapi juga agresif memperluas jejaring global.
“Politani optimistis bisa terus mencetak SDM unggul, memperkuat riset hutan tropis, dan mendukung posisi Indonesia dalam peta kehutanan dunia,” tutup Hamka. (pra)




