“Jangan sampai bangunan ada, tapi fungsinya tidak berjalan. Itu sebabnya pengawasan hasil pembangunan harus terus dilakukan, dan masyarakat punya peran penting untuk mengawasi bersama,” ucapnya.
Ruang Dialog, Bukan Sekadar Seremoni
Dialog rakyat yang berlangsung hingga malam ini berlangsung hangat dan cair.
Tidak ada jarak antara wakil rakyat dan warga. Bagi Didik, forum semacam ini bukan formalitas masa sidang, melainkan ruang penting untuk membangun kepercayaan.
“Kalau masyarakat mau bicara jujur, kami juga harus siap mendengar dengan jujur. Dari sinilah kebijakan yang lebih tepat bisa lahir,” tuturnya.
Kegiatan yang digelar pukul 20.00 Wita itu ditutup dengan komitmen Didik Agung Eko Wahono untuk membawa aspirasi warga Desa Manunggal Jaya ke pembahasan DPRD Kaltim.
Bagi warga, malam itu bukan sekadar pertemuan—melainkan harapan bahwa suara mereka benar-benar didengar. (adv)
Tag



