Aliran air yang tersumbat mengikis aspal, menyebabkan lubang, dan mempercepat kerusakan jalan.
“Contohnya jelas. Di Jalan HM Ardans atau Ring Road III di Sempaja, Samarinda Utara. Dan juga di Jalan Nusyirwan Ismail atau Ring Road II di Air Putih, Samarinda Ulu,” jelas Reza.
Warga Samarinda sudah tidak asing dengan dua ruas jalan ini yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari.
Sayangnya, saat hujan, air menggenang dan tidak mengalir dengan baik, menyebabkan jalan cepat rusak.
“Kondisi fisik jalan memang penting. Tapi kalau sistem drainasenya tidak dibenahi, maka kita akan terus-terusan memperbaiki jalan yang sama setiap tahun.” Terang politisi Partai Gerindra tersebut.
Selain itu, rapat membahas program perawatan jalan ke depan. Dinas PUPR-PERA Kaltim menyampaikan rencana prioritas, termasuk penguatan infrastruktur yang mendukung daya tahan jalan dalam jangka panjang.
Namun, pelaksanaan tetap bergantung pada anggaran dan keberanian melakukan tindakan di lapangan. (adv)
Tag



