Advertorial

Wakil Ketua Komisi Iii DPRD Kaltim Soroti Masalah Drainase di Jalan Provinsi

Senin, 19 Mei 2025 15:34

POTRET - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi/ Foto: dok. DPRD Kaltim

ARUSBAWAH.CO - Sebanyak 82 persen dari total 938 kilometer lebih jalan provinsi di Kalimantan Timur sudah dalam kondisi mulus.

Sebagian besar jalan sudah layak dilewati siang dan malam, tetapi lebih dari 17 persen masih bermasalah seperti berlubang, bergelombang, atau drainasenya kurang baik.

Angka itu terungkap saat rapat Komisi III DPRD Kaltim bersama Dinas PUPR-PERA Kaltim berlangsung pada Senin (19/5/2025) di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim.

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, ia tak sekadar menerima data, melainkan juga langsung menyoroti titik-titik krusial. 

“Memang sudah 82,21 persen dalam kondisi mantap. Tapi masih banyak ruas yang harus jadi prioritas,” ucapnya usai rapat.

Dari total, 82,21 persen jalan provinsi yang terbentang di 63 ruas di 8 kabupaten/kota atau sekitar 770 kilometer lebih, sudah dalam kondisi layak dilalui. 

Sementara sisanya, sekitar 168 kilometer, masih menghadapi kendala, terutama masalah drainase.

Meski sering dianggap sepele, drainase merupakan faktor utama kerusakan jalan

Aliran air yang tersumbat mengikis aspal, menyebabkan lubang, dan mempercepat kerusakan jalan

“Contohnya jelas. Di Jalan HM Ardans atau Ring Road III di Sempaja, Samarinda Utara. Dan juga di Jalan Nusyirwan Ismail atau Ring Road II di Air Putih, Samarinda Ulu,” jelas Reza.

Warga Samarinda sudah tidak asing dengan dua ruas jalan ini yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari. 

Sayangnya, saat hujan, air menggenang dan tidak mengalir dengan baik, menyebabkan jalan cepat rusak.

“Kondisi fisik jalan memang penting. Tapi kalau sistem drainasenya tidak dibenahi, maka kita akan terus-terusan memperbaiki jalan yang sama setiap tahun.” Terang politisi Partai Gerindra tersebut.

Selain itu, rapat membahas program perawatan jalan ke depan. Dinas PUPR-PERA Kaltim menyampaikan rencana prioritas, termasuk penguatan infrastruktur yang mendukung daya tahan jalan dalam jangka panjang. 

Namun, pelaksanaan tetap bergantung pada anggaran dan keberanian melakukan tindakan di lapangan. (adv)

Tag

MORE