Arus Publik

Video 57 Detik Saling Dorong Warga dan Polisi di Polresta Balikpapan Viral, Simak Klarifikasi Kapolda Irjen Pol Endar Priantoro

Video Viral Kericuhan Warga dan Polisi di Dalam Kantor

Jumat, 17 April 2026 20:7

KLARIFIKASI – Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Endar menjelaskan kepada awak media terkait Viralnya dugaan intimidasi oleh salah satu aparat kepolisian di Balikpapan/Sumber: @polda.kaltim

ARUSBAWAH.CO -  Sebuah video berdurasi 57 detik viral di sosial media memperlihatkan adu mulut antara seorang warga dan anggota kepolisian di dalam sebuah kantor polisi.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu, 15 April 2026, di Kantor Polresta Balikpapan.

Rekaman yang diunggah salah satu akun @reset.feeds itu langsung menyedot perhatian publik.

Dalam video itu, tampak suasana tegang terjadi di kantor polisi.

Seorang pria disebut-sebut dalam video itu bernama Yosep B. Martua terlibat adu dorong dengan seorang aparat kepolisian.

Cuplikan video itu memperlihatkan Yosep berdiri berhadapan dengan seorang perwira yang disebut sebagai Kanit Harda berinisial Ipda F.

Percakapan yang diduga berlangsung sebelumnya berubah menjadi ketegangan fisik.

Sementara itu, seseorang dari sudut berbeda tampak terus merekam menggunakan telepon genggamnya, sementara aparat di hadapannya berupaya menghentikan perekaman tersebut.

Tak lama, terjadi kontak fisik.

Dalam potongan video itu, pria disebut-sebut dalam video bernama Yosep terlihat terdorong.

Gerakan cepat dan tidak sepenuhnya jelas memperlihatkan adanya benturan tubuh.

Narasi yang menyertai video itu menyebut Yosep bukan hanya didorong, tetapi juga ditendang hingga dipukul di bagian kepala.

Video itu kemudian memicu reaksi luas.

Pengakuan Yosep dan Latar Kasus yang Mangkrak

Yosep, dalam unggahan terpisah yang dilihat redaksi Arusbawah.co, mengaku dirinya datang ke kantor polisi untuk memperjuangkan haknya.

Ia menyebut kedatangannya berkaitan dengan kasus dugaan penipuan yang sudah berjalan selama tiga tahun, namun berakhir dengan status SP3 atau penghentian penyidikan.

Alih-alih mendapatkan penjelasan, Yosep mengaku justru mendapatkan perlakuan represif.

"Saya datang baik-baik menanyakan hak saya, tapi yang saya terima justru tendangan dan pukulan. Ini bukan cerminan Polri yang mengayomi," tulisnya dalam unggahan yang dilihat berbeda.

Yosep disebut datang untuk mempertanyakan perkembangan kasus yang menurutnya sudah lama mangkrak.

Namun situasi berubah ketika terjadi perdebatan terkait aktivitas perekaman yang dilakukan pihak dari Yosep di kantor polisi.

 

Kapolda Kaltim Buka Suara dan Bantah Narasi

Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Endar Priantoro akhirnya buka suara.

Ia menilai narasi yang beredar di media sosial terlalu bombastis dan tidak menggambarkan kejadian secara utuh.

Klaim Pemeriksaan Internal dan Dugaan Framing

“Saya perlu tegaskan kepada rekan-rekan sekalian bahwa kami dari Departemen Kepolisian selama ini tetap jaga bagaimana pelayanan kami kepada masyarakat,” ujarnya dalam unggahan Instagram @Polda.Kaltim yang dikutip redaksi Arusbawah.co.

Endar menyebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh, baik terhadap proses hukum kasus yang dipersoalkan maupun rangkaian kejadian di lapangan.

Ia menegaskan, apa yang beredar di media sosial hanya sebagian kecil dari keseluruhan peristiwa.

Bahkan, ia mengindikasikan ada tujuan lain dari kedatangan pihak yang merekam video tersebut.

“Kami ingin menyampaikan bahwa akun yang bersangkutan, dari hasil analisa kami, mereka datang ke kantor Polresta Balikpapan tidak sebenarnya untuk menanyakan perkembangan perkara. Tetapi saya indikasikan ada hal-hal lain yang memang diinginkan, salah satunya untuk mendiskreditkan kepolisian,” katanya.

Soal Status Yosep dan Cara Penyampaian

Menurut Endar, hal itu menjadi pertimbangan pihaknya untuk mengambil langkah lanjutan, termasuk kemungkinan langkah hukum.

Ia juga menyinggung soal profiling pihak yang bersangkutan.

Terkait pokok perkara, Endar memastikan proses hukum sudah berjalan sesuai ketentuan.

Ia bahkan mempertanyakan posisi Yosep dalam kasus tersebut.

“Kalau kasusnya itu kan sudah dilaporkan sejak lama dan yang bersangkutan itu hanya sebagai saksi. Jadi legal standing-nya, saya tidak tahu kenapa saksi datang ke situ,” ujarnya.

Ia juga mempersoalkan cara penyampaian yang dinilai tidak tepat, termasuk tindakan merekam sejak awal.

“Kalau memang bertanya dengan baik, tentunya kita jawab dengan baik. Tapi kalau datang dengan menggunakan kamera, merekam, kemudian dengan tingkah yang seperti itu, tentunya tidak baik,” katanya.

Penegasan Akhir Kapolda

Meski begitu, Endar memastikan pihaknya terbuka terhadap kritik.

Namun ia menegaskan kritik harus disampaikan dengan cara yang benar.

Di akhir pernyataannya, Endar menegaskan sikap institusinya terhadap insiden tersebut.

“Nanti kita melihat secara utuh, anggota kami tidak salah di situ,” pungkasnya.

(wan)

 

Tag

MORE