Arus Publik

Usai Sumbang Emas PON, Ketua Percasi Kaltim Minta Anggaran Pembinaan Naik Jadi Rp10 Miliar: 'Selama Empat Tahun Baru Terima Rp4,6 Miliar'

Suasana pertandingan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Kaltim 2026 di Hotel Claro Pandurata, Samarinda/Arusbawah.co

Ia meminta kepengurusan baru tidak berhenti pada agenda organisasi, tetapi langsung menjalankan program pembinaan usia dini melalui berbagai kejuaraan rutin di kabupaten dan kota.

Rasman juga mengapresiasi rencana pembentukan rumah catur atau akademi catur yang digagas Percasi Kaltim.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan organisasi dalam membangun regenerasi atlet.

"Ini langkah yang sangat baik. Pemerintah tentu mengapresiasi inisiatif Pengprov Percasi yang ingin membangun rumah catur atau akademi catur sebagai pusat pembinaan atlet," katanya.

Pengcab Diminta Perbanyak Kompetisi Usia Dini

Ia juga meminta seluruh pengurus cabang Percasi di kabupaten dan kota tidak hanya mengandalkan Kejurprov sebagai ajang kompetisi.

Menurutnya, kompetisi usia dini harus rutin digelar agar semakin banyak atlet potensial yang muncul dari daerah.

"Saya yakin atlet catur di Kalimantan Timur banyak. Mereka hanya belum semuanya terwadahi. Karena itu kompetisi di daerah harus diperbanyak supaya proses seleksi berjalan dari bawah hingga tingkat provinsi," ujarnya.

Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Pembinaan Atlet

Menanggapi kondisi anggaran olahraga yang mengalami efisiensi, Rasman menilai hal tersebut tidak boleh menjadi alasan berhentinya pembinaan atlet.

Menurutnya, organisasi olahraga harus tetap kreatif dan inovatif dalam menjalankan program.

Ia optimistis dukungan orang tua terhadap anak-anak yang menekuni olahraga catur masih cukup besar.

Karena itu, pembinaan dinilai tetap bisa berjalan selama organisasi mampu menyusun program yang terarah dan berkelanjutan.

"Efisiensi anggaran memang terjadi. Tapi jangan sampai pembinaan berhenti. Pengprov harus tetap kreatif menjalankan program tanpa terlalu bergantung pada anggaran pemerintah," katanya.

(wan)

 

Tag

MORE