ARUSBAWAH.CO - Hari Raya Nyepi kerap dimaknai sebagai momentum penyucian diri dan alam.
Tapi di Kutai Kartanegara (Kukar), makna itu terasa lebih kompleks.
Bukan cuma soal hening dan ritual, tapi juga tentang seberapa jauh umat masih terlibat, dan sejauh mana negara benar-benar hadir.
Rangkaian Nyepi dan Makna Penyucian Diri
Nyepi adalah penanda Tahun Baru Saka dalam kalender umat Hindu.
Rangkaian ritualnya panjang dimulai dari Melasti, Mecaru, Pengerupukan, lalu puncaknya Nyepi, hingga ditutup Ngembak Geni.
Semua proses itu pada dasarnya untuk membersihkan diri, lahir dan batin, sebelum masuk ke tahun yang baru.
Saat Nyepi tiba, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian.
Tidak keluar rumah, tidak bekerja, tidak menyalakan api, juga tidak mencari hiburan.
Suasana benar-benar dibuat sunyi.
Di situlah ruang refleksi dibuka semacam evaluasi diri, meditasi, sampai dibuat reset hidup.
- Seno Aji Jelaskan Rinci Anggaran Rumah Dinas, Tegaskan Bukan Fasilitas Pribadi
- Saksi Tidur, Tak Ada yang Melihat Tapi Ada Tersangka, JATAM Kaltim Ajukan Sahabat Pengadilan Kasus Kriminalisasi Terhadap Misran Toni
- Eks Puskib Balikpapan Disiapkan Jadi Sumber Uang Baru Daerah, Seno Aji: 'Bisa Apartemen, Bisa Mal, Tergantung RTRW'
Tag




