Arus Publik

Usai Sumbang Emas PON, Ketua Percasi Kaltim Minta Anggaran Pembinaan Naik Jadi Rp10 Miliar: 'Selama Empat Tahun Baru Terima Rp4,6 Miliar'

Suasana pertandingan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Kaltim 2026 di Hotel Claro Pandurata, Samarinda/Arusbawah.co

Pada PON Aceh-Sumut, cabang olahraga catur berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perunggu bagi Kalimantan Timur.

Karena itu, ia menilai sudah saatnya dukungan anggaran dinaikkan agar pembinaan atlet dapat diperluas.

"Kami berharap ke depan anggaran pembinaan bisa ditingkatkan. Dari Rp4,6 miliar menjadi Rp10 miliar. Dengan dukungan itu, pembinaan atlet bisa lebih maksimal," ujarnya.

Ketua Percasi Kaltim Kritik KONI Soal Atlet Peraih Emas

Namun, di tengah penyampaian harapan tersebut, Reza juga melontarkan kritik terbuka kepada KONI Kaltim.

Ia mengaku masih mempertanyakan alasan atlet catur peraih medali emas yang diproyeksikan berlaga pada Olimpiade Catur Kazakhstan 2024 tidak diundang menerima penghargaan simbolis saat pelantikan pengurus KONI Kaltim.

Menurutnya, atlet catur sudah memberikan prestasi bagi daerah sehingga seharusnya memperoleh penghargaan yang sama seperti cabang olahraga lain.

"Ada apa dengan Percasi? Ada apa dengan atlet kami yang tidak dipanggil? Atlet kami meraih emas dan akan berlaga di Olimpiade Catur Kazakhstan, tetapi tidak mendapat kesempatan menerima penghargaan simbolis seperti atlet lain," kata Reza.

Meski menyampaikan kritik, ia menegaskan hal tersebut tidak akan mengurangi semangat Percasi dalam membina atlet.

Justru, menurutnya, momentum itu menjadi pengingat agar prestasi atlet catur mendapat perhatian yang setara.

Percasi Kaltim Siapkan Sekolah Catur dan Sekretariat Permanen

Pada periode kepengurusan kedua ini, Reza mengaku telah menyiapkan sejumlah program strategis.

Salah satunya membangun sekretariat permanen sekaligus mendirikan sekolah catur sebagai pusat pembinaan atlet muda.

Ia menyebut lokasi sekolah catur telah disiapkan di kawasan Jalan KH Saman II, Samarinda.

Keberadaan sekolah itu diharapkan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan bagi pecatur muda Kaltim.

"Skemanya sudah kami siapkan, tempatnya juga sudah ada. Tinggal bagaimana program ini dijalankan agar bibit-bibit muda bisa dibina secara serius dan berkesinambungan," ujarnya saat diwawancarai awak media.

Reza mengatakan, target Percasi bukan hanya mempertahankan prestasi di PON, tetapi juga melahirkan atlet yang mampu bersaing di level internasional melalui sistem pembinaan yang lebih terukur.

Rasman Rading Minta Pembinaan Usia Dini Terus Diperkuat

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali Akhmed Reza Fachlevi sebagai Ketua Percasi Kaltim.

Tag

MORE