ARUSBAWAH.CO - Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, meminta dukungan anggaran pembinaan catur ditingkatkan hingga Rp10 miliar pada periode kepengurusannya.
Permintaan itu disampaikan setelah ia menyebut Percasi Kaltim menerima total dukungan anggaran sekitar Rp4,6 miliar sepanjang 2022-2026 dan berhasil menyumbangkan medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Permintaan tersebut disampaikan Reza saat Musyawarah Provinsi (Musprov) Percasi Kaltim yang dirangkai dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur 2026 di Hotel Claro Pandurata, Samarinda, pada 19-20 Juli 2026.
Dalam forum itu, Reza kembali terpilih sebagai Ketua Percasi Kaltim untuk periode kedua.
Akhmed Reza Fachlevi Kembali Pimpin Percasi Kaltim, Target Pembinaan Atlet Lebih Kuat
Ia mengatakan, kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya menjadi tanggung jawab besar untuk membawa prestasi catur Kaltim lebih tinggi.
Menurutnya, kepengurusan berikutnya tidak cukup hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi juga harus mampu memperkuat sistem pembinaan atlet sejak usia dini.
"Terima kasih atas amanah yang kembali diberikan. Mudah-mudahan kepengurusan yang akan datang lebih baik, lebih maju, dan mampu meningkatkan prestasi Percasi Kalimantan Timur," katanya.
Selain menjadi agenda organisasi, Musprov juga dirangkai dengan Kejurprov yang mempertemukan para pecatur dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Reza menilai kejuaraan itu bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ruang lahirnya bibit-bibit atlet yang diproyeksikan tampil di tingkat nasional hingga internasional.
Menurutnya, pembinaan atlet harus berjalan terus dan tidak boleh berhenti karena pergantian kepengurusan.
Sebab, regenerasi menjadi tantangan terbesar olahraga catur jika ingin tetap bersaing di level nasional.
Anggaran Percasi Kaltim 2022-2026 Capai Rp4,6 Miliar
Dalam kesempatan itu, Reza juga memaparkan besaran dukungan anggaran yang diterima Percasi Kaltim selama empat tahun terakhir.
Ia menyebut bantuan dari KONI Provinsi mencapai sekitar Rp684 juta.
Selain itu, Percasi juga memperoleh dukungan sekitar Rp3,5 miliar melalui program yang dikelola KONI Kaltim.
Jika digabungkan, total anggaran pembinaan yang diterima Percasi Kaltim selama periode 2022-2026 mencapai sekitar Rp4,6 miliar.
Menurut Reza, dana tersebut menghasilkan capaian yang tidak kecil.
Percasi Kaltim Sumbang Emas dan Perunggu pada PON Aceh-Sumut
Pada PON Aceh-Sumut, cabang olahraga catur berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perunggu bagi Kalimantan Timur.
Karena itu, ia menilai sudah saatnya dukungan anggaran dinaikkan agar pembinaan atlet dapat diperluas.
"Kami berharap ke depan anggaran pembinaan bisa ditingkatkan. Dari Rp4,6 miliar menjadi Rp10 miliar. Dengan dukungan itu, pembinaan atlet bisa lebih maksimal," ujarnya.
Ketua Percasi Kaltim Kritik KONI Soal Atlet Peraih Emas
Namun, di tengah penyampaian harapan tersebut, Reza juga melontarkan kritik terbuka kepada KONI Kaltim.
Ia mengaku masih mempertanyakan alasan atlet catur peraih medali emas yang diproyeksikan berlaga pada Olimpiade Catur Kazakhstan 2024 tidak diundang menerima penghargaan simbolis saat pelantikan pengurus KONI Kaltim.
Menurutnya, atlet catur sudah memberikan prestasi bagi daerah sehingga seharusnya memperoleh penghargaan yang sama seperti cabang olahraga lain.
"Ada apa dengan Percasi? Ada apa dengan atlet kami yang tidak dipanggil? Atlet kami meraih emas dan akan berlaga di Olimpiade Catur Kazakhstan, tetapi tidak mendapat kesempatan menerima penghargaan simbolis seperti atlet lain," kata Reza.
Meski menyampaikan kritik, ia menegaskan hal tersebut tidak akan mengurangi semangat Percasi dalam membina atlet.
Justru, menurutnya, momentum itu menjadi pengingat agar prestasi atlet catur mendapat perhatian yang setara.
Percasi Kaltim Siapkan Sekolah Catur dan Sekretariat Permanen
Pada periode kepengurusan kedua ini, Reza mengaku telah menyiapkan sejumlah program strategis.
Salah satunya membangun sekretariat permanen sekaligus mendirikan sekolah catur sebagai pusat pembinaan atlet muda.
Ia menyebut lokasi sekolah catur telah disiapkan di kawasan Jalan KH Saman II, Samarinda.
Keberadaan sekolah itu diharapkan menjadi wadah pembinaan berkelanjutan bagi pecatur muda Kaltim.
"Skemanya sudah kami siapkan, tempatnya juga sudah ada. Tinggal bagaimana program ini dijalankan agar bibit-bibit muda bisa dibina secara serius dan berkesinambungan," ujarnya saat diwawancarai awak media.
Reza mengatakan, target Percasi bukan hanya mempertahankan prestasi di PON, tetapi juga melahirkan atlet yang mampu bersaing di level internasional melalui sistem pembinaan yang lebih terukur.
Rasman Rading Minta Pembinaan Usia Dini Terus Diperkuat
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali Akhmed Reza Fachlevi sebagai Ketua Percasi Kaltim.
Ia meminta kepengurusan baru tidak berhenti pada agenda organisasi, tetapi langsung menjalankan program pembinaan usia dini melalui berbagai kejuaraan rutin di kabupaten dan kota.
Rasman juga mengapresiasi rencana pembentukan rumah catur atau akademi catur yang digagas Percasi Kaltim.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan organisasi dalam membangun regenerasi atlet.
"Ini langkah yang sangat baik. Pemerintah tentu mengapresiasi inisiatif Pengprov Percasi yang ingin membangun rumah catur atau akademi catur sebagai pusat pembinaan atlet," katanya.
Pengcab Diminta Perbanyak Kompetisi Usia Dini
Ia juga meminta seluruh pengurus cabang Percasi di kabupaten dan kota tidak hanya mengandalkan Kejurprov sebagai ajang kompetisi.
Menurutnya, kompetisi usia dini harus rutin digelar agar semakin banyak atlet potensial yang muncul dari daerah.
"Saya yakin atlet catur di Kalimantan Timur banyak. Mereka hanya belum semuanya terwadahi. Karena itu kompetisi di daerah harus diperbanyak supaya proses seleksi berjalan dari bawah hingga tingkat provinsi," ujarnya.
Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Pembinaan Atlet
Menanggapi kondisi anggaran olahraga yang mengalami efisiensi, Rasman menilai hal tersebut tidak boleh menjadi alasan berhentinya pembinaan atlet.
Menurutnya, organisasi olahraga harus tetap kreatif dan inovatif dalam menjalankan program.
Ia optimistis dukungan orang tua terhadap anak-anak yang menekuni olahraga catur masih cukup besar.
Karena itu, pembinaan dinilai tetap bisa berjalan selama organisasi mampu menyusun program yang terarah dan berkelanjutan.
"Efisiensi anggaran memang terjadi. Tapi jangan sampai pembinaan berhenti. Pengprov harus tetap kreatif menjalankan program tanpa terlalu bergantung pada anggaran pemerintah," katanya.
(wan)
- Hibah KONI Kaltim 2022-2026: Pernah Rp175 Miliar Saat 2024 Kini Rp16,5 Miliar di 2026
- Seno Aji Dorong Kerukunan, Data Ungkap Tantangan Umat Hindu di Kukar
- 15 Atlet Raih Super Tiket Audisi PB Djarum 2026 di Pekanbaru, Lolos ke Karantina Kudus
- Kedalaman Skuad Portugal di Piala Dunia 2026! Dijagokan Deni Hakim Anwar Jadi Juara Tahun Ini




