DLH menargetkan seluruh unit insinerator dapat mulai dioperasikan secara bertahap pada akhir Desember 2025.
Namun, target tersebut tetap bergantung pada hasil uji coba operasional yang akan dilakukan secara ketat.
Setiap unit akan menjalani serangkaian pengujian, mulai dari simulasi pengoperasian mesin, sistem pembakaran, hingga proses penguapan.
Tahapan ini disebut tidak bisa ditawar karena menyangkut keselamatan serta potensi dampak lingkungan.
“Kami ingin memastikan saat insinerator dinyalakan, tidak ada persoalan teknis yang berisiko bagi lingkungan maupun keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Untuk tahap awal, uji operasional akan difokuskan pada unit di Polder Air Hitam. Hasil evaluasi dari lokasi ini akan menjadi acuan penyempurnaan sebelum seluruh insinerator di Samarinda dioperasikan secara penuh. (isa)
- Pedagang Pasar Pagi Samarinda Masih Menunggu: “Kami Belum Tahu Mulai Jualan Kapan”
- Teruntuk 2.857 Pedagang Pasar Pagi, Pemkot Mau Sosialisasi Penempatan Lapak di 17 Oktober! Simak Suara Pedagang Diungkap ke Pewarta
- Penggunaan Insinerator untuk Sampah di Samarinda, Warga Antar Sendiri Limbah ke TPS atau Bagaimana?
Tag




