ARUSBAWAH.CO - Pemkot Samarinda kini tengah menguji langkah baru dalam menangani masalah sampah yang terus menumpuk setiap hari.
Untuk itu, Pemkot akan menerapkan insinerator Wisanggeni generasi ke-7, teknologi pembakaran tertutup yang mampu mengolah berbagai jenis limbah, termasuk limbah rumah tangga, industri, hingga medis.
Insinerator bekerja dengan suhu sangat tinggi, antara 850°C hingga 1.400°C, untuk menghancurkan sampah hingga menjadi abu halus yang aman dan tidak beracun.
Menurut Sukisman, Anggota Bidang Infrastruktur, Lingkungan Hidup, dan Ketahanan Iklim TWAP Samarinda, teknologi Wisanggeni dipilih karena dianggap paling cocok untuk kondisi kota.
“Mesin ini punya sistem sirkulasi yang menahan asap agar tidak lepas ke udara,” jelasnya.
Warga Bisa Antar Sendiri Sampah ke Insinerator
Sebelum sampai ke insinerator, sampah dikumpulkan melalui dua cara: diantar langsung oleh warga atau diambil oleh petugas pengangkut.
Bagi yang tinggal di sekitar lokasi insinerator, masyarakat diperbolehkan membawa sampah terpilah langsung ke tempat pembakaran.
Sedangkan untuk wilayah yang jauh, pengumpulan dilakukan oleh petugas kebersihan yang ditunjuk warga setempat.
Upah mereka disepakati secara musyawarah di tingkat RT.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetap berperan dalam memilah dan mengangkut sampah dari TPS menuju insinerator.
Sukisman menegaskan, semua sampah wajib dipilah sejak dari sumbernya, baik oleh warga maupun petugas.
Pemilahan dibagi menjadi tiga kategori: organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun), yang masing-masing ditempatkan dalam bilik atau kontainer berwarna berbeda.
- Seluruh Dapur MBG di Samarinda Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Kadinkes Ismid Kasih Deadline Akhir Oktober 2025
- SWK Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum, Sayangkan Ujaran 'Orang Luar Daerah' Terucap
- SMA Negeri 10 Samarinda Jadi Sekolah Garuda Transformasi, Targetnya Anak Kaltim Kuliah di Kampus Dunia




