Arus Publik

Update Insinerator di Samarinda Desember 2025, Empat Unit Belum Terpasang Penuh

by:
Lisa
Jumat, 19 Desember 2025 10:11

INSINERATOR - Ilustrasi teknologi insinerator yang akan diterapkan di Samarinda/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Proyek pembangunan fasilitas insinerator di sejumlah titik Kota Samarinda memasuki fase akhir.

Hingga pertengahan Desember 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda mencatat sebagian besar unit telah berdiri dan terpasang, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan konstruksi serta kesiapan teknis.

Dari total 10 unit insinerator yang direncanakan, pekerjaan kini difokuskan pada percepatan penyelesaian unit-unit yang belum sepenuhnya terpasang sekaligus persiapan uji coba operasional.

Tahap ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan dan dampak lingkungan.

Pelaksana Tugas Kepala DLH Samarinda, Suwarso, mengatakan bahwa meskipun pekerjaan fisik hampir rampung, tantangan utama justru berada pada fase memastikan seluruh unit benar-benar aman sebelum dioperasikan.

“Secara konstruksi sudah mendekati selesai. Tapi yang lebih penting adalah memastikan setiap unit siap dan aman digunakan. Itu yang sekarang kami kejar,” ujar Suwarso saat ditemui di kawasan Polder Air Hitam, Kamis (18/12/2025).

Saat ini, empat unit insinerator masih belum terpasang secara penuh. Unit tersebut tersebar di dua titik Kecamatan Palaran, yakni Kelurahan Handil Bakti dan Simpang Pasir, satu unit di Samarinda Seberang, serta satu unit lainnya di Kecamatan Loa Janan Ilir.

Sementara itu, sejumlah lokasi lain menunjukkan progres signifikan.

Di kawasan Polder Air Hitam, satu unit insinerator telah terpasang dan berada pada tahap akhir penyelesaian. Lokasi ini diproyeksikan menjadi titik awal pelaksanaan uji coba operasional.

Di Jalan Nusyirwan Ismail, Loa Bakung, dua unit insinerator dibangun dalam satu kawasan dengan capaian pembangunan mendekati 85 persen.

Progres serupa juga terlihat di Jalan Wangi dengan capaian sekitar 70 persen, serta di kawasan Lempake dan Bukit Pinang yang pengerjaannya berlangsung relatif seimbang.

Menurut Suwarso, pengerjaan dilakukan secara paralel di seluruh titik agar tidak terjadi ketimpangan waktu penyelesaian antar lokasi.

“Kami menghindari satu titik tertinggal terlalu jauh. Tim teknis bekerja bersamaan supaya seluruh unit bisa masuk tahap pengujian dalam waktu yang relatif sama,” jelasnya.

Satu-satunya penyesuaian signifikan terjadi di Kecamatan Loa Janan Ilir. Lokasi awal pemasangan dinilai kurang ideal dari sisi keselamatan dan kelancaran operasional.

Kontur lahan yang terlalu tinggi berpotensi menyulitkan akses kendaraan pengangkut sampah terpilah, sehingga diputuskan untuk memindahkan titik pemasangan.

“Daripada memaksakan lokasi yang berisiko, kami memilih melakukan penataan ulang. Lahan dimatangkan kembali agar alur keluar-masuk armada tidak menimbulkan persoalan ke depan,” kata Suwarso.

DLH menargetkan seluruh unit insinerator dapat mulai dioperasikan secara bertahap pada akhir Desember 2025.

Namun, target tersebut tetap bergantung pada hasil uji coba operasional yang akan dilakukan secara ketat.

Setiap unit akan menjalani serangkaian pengujian, mulai dari simulasi pengoperasian mesin, sistem pembakaran, hingga proses penguapan.

Tahapan ini disebut tidak bisa ditawar karena menyangkut keselamatan serta potensi dampak lingkungan.

“Kami ingin memastikan saat insinerator dinyalakan, tidak ada persoalan teknis yang berisiko bagi lingkungan maupun keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Untuk tahap awal, uji operasional akan difokuskan pada unit di Polder Air Hitam. Hasil evaluasi dari lokasi ini akan menjadi acuan penyempurnaan sebelum seluruh insinerator di Samarinda dioperasikan secara penuh. (isa)

 

Tag

MORE