Arus Publik

Travel Umrah di Samarinda Keluhkan Program Gratispol Religi Tanpa Ada Auction, Pemprov: Tak Ada Lelang, Ini Hadiah

Pertanyakan Transparansi Program Gratispol

Sabtu, 30 Agustus 2025 22:41

TANGKAPAN LAYAR - Tangkapan layar pesan pertanyaan kepada pihak redaksi Arusbawah.co soal program Gratispol Perjalanan Religi/ DM IG Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Salah satu travel umrah dan haji di Samarinda menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan program Gratispol perjalanan religi bagi marbot masjid.

Pihak travel mempertanyakan transparansi pelaksanaan, terutama soal mekanisme penunjukan travel penyelenggara umrah yang dinilai tidak melalui proses auction alias lelang terbuka

Keluhan itu disampaikan lewat pesan langsung ke redaksi Arusbawah.co pada Sabtu (30/8/2025).

Pihak travel yang enggan disebutkan namanya merasa janggal karena program yang menghabiskan dana hibah Rp32 miliar itu tidak membuka kesempatan yang sama bagi semua penyelenggara jasa perjalanan.

Pihak travel itu mengeluhkan program Gratispol “umroh bagi marbot” yang dinilainya tidak melalui mekanisme lelang.

Ia menuturkan bahwa biasanya proyek semacam ini selalu ada proses lelang dan penunjukan jika ada pemenang.

Namun, kali ini menurutnya penunjukan dilakukan langsung ke travel-travel yang disebut sebagai kolega wakil gubernur, tanpa membuka kesempatan bagi travel besar lainnya.

“Saya admin travel di Samarinda min. Mau melaporkan untuk program Gratispol ‘umroh bagi marbot’ apakah tidak ada lelang travel ya? Kami travel-travel besar kok tidak dikasih lelang seperti seharusnya. Kalau ada proyek pasti ada lelang dan penunjukan jika menang. Kok ini langsung penunjukan ke kolega-kolega travel wakil gubernurnya, bukan lelang seperti biasanya,” ujarnya dalam pesan yang disampaikan ke redaksi. 

 

Travel Samarinda Nilai Program Gratispol Tertutup

Lebih jauh, pihak travel menilai pola yang terjadi terkesan tertutup.

Hanya sebagian travel yang dianggap dekat dengan lingkaran pejabat yang diikutsertakan, sementara travel berizin lengkap dan berpengalaman di Samarinda justru terpinggirkan.

Tag

MORE