Arus Publik

Terumbu Karang Kaltim 128 Ribu Hektare: Surga CTI yang Terancam Kapal Kandas dan Krisis Iklim

Rabu, 18 Februari 2026 10:13

KOLASE - Kolase terumbu karang dan potret Muchlis Effendi, dosen FPIK Unmul/ Kolase oleh Arusbawah.co

Kaltim bisa masuk kawasan CTI karena keanekaragaman spesiesnya.

Di perairan Derawan tercatat lebih dari 500 jenis karang.

Beberapa spesies unik yang ditemukan:

  • Acropora suharsonoi, jenis karang cabang yang terkonfirmasi unik di Derawan.
  • Dragonet mandarin fish derawaniensis, pertama kali diverifikasi di Derawan.
  • Penelitian kini juga menggunakan metode DNA untuk memastikan identifikasi spesies.

Patch Reef Kukar: Bukit Karang di Tengah Laut

Tipikal karang Kukar disebut sebagai patch reef—seperti bukit di tengah laut.

Perairan bisa dalam 20 meter, lalu tiba-tiba muncul puncak karang setinggi 1–2 meter saat surut.

Dari Muara Badak hingga perbatasan Bontang–Marangkayu, ditemukan sekitar 75 spot karang. Namun belum semuanya diselam dan diverifikasi.

“Eksplorasi masih sangat perlu. Bisa jadi luasnya lebih besar dari data sekarang,” ujar Muchlis.

Rehabilitasi Butuh 5–10 Tahun

Pemulihan alami karang bisa memakan waktu 5–10 tahun jika kawasan ditutup dari aktivitas.

Dengan transplantasi atau terumbu buatan, hasil visual bisa terlihat dalam 5–7 tahun.

“Tapi tidak akan pernah sama persis seperti semula,” katanya.

Apa yang Harus Dilakukan?

Muchlis menekankan beberapa langkah penting:

  • Tingkatkan kapasitas SDM penyelam dan peneliti.
  • Perluas eksplorasi dan verifikasi.
  • Perkuat kolaborasi perguruan tinggi, Pokmaswas, dan DKP.
  • Dorong CSR swasta menyasar rehabilitasi laut, bukan hanya darat.

“Laut tidak bisa protes. Tapi ketika rusak, manusialah yang akan merasakannya,” tutupnya. (pra)

 

Tag

MORE