Meski demikian, ia memastikan kondisi konstruksi terowongan sendiri tetap berada dalam kondisi aman.
Menurutnya, aspek keselamatan struktur telah diperhitungkan sejak awal, termasuk dengan memperpanjang mulut terowongan lebih dari 70 meter ke arah luar.
"Dari sisi keselamatan sebenarnya sudah sangat aman karena mulut terowongan sudah diperpanjang lebih dari 70 meter ke arah luar," katanya.
Selain pelandaian lereng, pemerintah juga masih membuka kemungkinan mencari pembanding dari daerah lain sebelum menentukan metode penanganan terbaik.
"Kami masih mencari solusi yang lebih proper dan lebih layak," ujarnya.
Belum Mungkin Dikerjakan Tahun Ini
Hendra mengatakan, rencana penyempurnaan kawasan terowongan melalui tambahan anggaran sekitar Rp90 miliar kemungkinan belum bisa direalisasikan pada tahun ini.
Menurutnya, sekalipun anggaran tersedia melalui perubahan APBD, waktu yang tersisa dinilai tidak lagi memungkinkan untuk pelaksanaan pekerjaan.
"Untuk dilaksanakan di APBD perubahan tahun ini kemungkinan masih jauh. Kalaupun ada uang, waktunya tidak memungkinkan untuk pelaksanaan," katanya.
Ia menambahkan, peluang merealisasikan pekerjaan tersebut pada tahun depan juga belum bisa dipastikan karena masih bergantung pada kondisi keuangan daerah.
"Tahun depan juga belum pasti karena kondisi keuangan masih harus dilihat. Saat ini tidak ada harapan tambahan dari APBN, jadi benar-benar mengandalkan PAD," ujarnya.
Hendra menegaskan, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan penyelesaian kewajiban pembayaran utang proyek sebelum memulai pekerjaan fisik baru.
"Komitmen wali kota adalah menyelesaikan utang terlebih dahulu sebelum pengadaan fisik baru," bebernya.
Utang Proyek Didahulukan
Di tengah kebutuhan penyempurnaan terowongan tersebut, Pemerintah Kota Samarinda masih memiliki kewajiban membayar utang proyek tahun anggaran 2025.
Khusus di lingkungan Dinas PUPR, nilai pekerjaan yang belum terbayar mencapai sekitar Rp290 miliar.
Utang tersebut tersebar di tiga bidang, yakni Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA), dan Cipta Karya.
Sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan Terowongan Samarinda, Pasar Pagi, hingga Teras Samarinda, masih masuk dalam daftar pekerjaan yang pembayarannya dilakukan secara bertahap.
Masih Jalani Asistensi dan Uji Commissioning
Hendra mengatakan, saat ini Terowongan Samarinda masih dalam proses pengujian dan commissioning dari kementerian.
Proses asistensi juga masih terus berjalan sebelum Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dapat diterbitkan.
Menurutnya, masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui, termasuk penunjukan konsultan penguji dan berbagai pengujian teknis.
Tag



