Tak jarang, prosesi pernikahan juga dilengkapi bingkisan sukarela dari pegawai MPP atau KUA, seperti souvenir, fotobooth, Al-Qur’an, hingga mukena.
“Semua itu murni sukarela, tidak ada pungutan,” kata Binti.
Terbuka untuk Semua Warga
Program nikah gratis di MPP Samarinda tidak dibatasi hanya untuk warga kurang mampu.
“Siapa pun boleh. Tidak ada syarat ekonomi. Gratis dari awal sampai akhir,” tegas Binti.
Menurutnya, konsep layanan ini sama seperti menikah di balai nikah KUA yang memang tidak dipungut biaya.
Sosialisasi Jadi Tantangan Utama
Binti menyebut tantangan terbesar program ini bukan pada anggaran atau sumber daya manusia, melainkan sosialisasi yang belum masif.
Selama ini informasi lebih banyak disampaikan melalui website, sementara masyarakat kini lebih aktif di media sosial.
“Sekarang kami dibantu Kominfo untuk bikin konten. Supaya masyarakat tahu kalau nikah gratis itu ada, dan ada di MPP,” ujarnya.
Ia juga berharap pihak KUA lebih aktif menyampaikan informasi ini kepada calon pengantin yang mendaftar. (isa)
Tag




