Meski pihak pengelola pasar dan kepala dinas sempat melakukan peninjauan, hingga kini belum ada tindak lanjut konkret.
Mashuda berharap pemerintah segera mengambil langkah teknis, seperti pemasangan tirai atau penutup di area rawan tempias, untuk melindungi kios dan barang dagangan.
“Kami cuma berharap ada solusi teknis. Supaya saat transaksi sudah berjalan, barang dagangan tidak terancam rusak karena hujan,” tuturnya.
Mashuda tetap menaruh kepercayaan pada pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan Pasar Pagi sebagai pusat ekonomi baru tidak hanya ditentukan oleh bangunan megah, tetapi juga oleh fungsionalitas dan kenyamanan pedagang.
“Pasar ini dibangun untuk menggerakkan ekonomi. Kalau pedagang merasa tidak aman, tentu itu jadi masalah. Kami yakin pemerintah ingin pasar ini benar-benar berjalan maksimal,” tandasnya. (isa)
Tag




