Arus Publik

Respons Pedagang soal Daftar Kios Pasar Pagi: Banyak Sudah Sepuh, Tak Terbiasa Pendaftaran Online

by:
Lisa
Selasa, 23 Desember 2025 21:14

KELUHAN PEDAGANG - Puluhan pedagang mendatangi Gedung Graha Ruhui Rahayu, Samarinda, untuk menyampaikan protes secara langsung kepada Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Samarinda/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Penerapan sistem pendaftaran kios Pasar Pagi Samarinda berbasis digital memicu kegelisahan di kalangan pedagang lama.

Sejak pendaftaran online dibuka pada Sabtu (20/12/2025), ratusan pedagang dilaporkan tidak lolos verifikasi aplikasi, meski telah puluhan tahun menggantungkan hidup di pasar tersebut.

Berdasarkan pendataan internal pedagang, sekitar 200 nama dinyatakan gagal lolos sistem, kondisi yang kemudian memunculkan kekhawatiran akan keberlanjutan mata pencaharian mereka.

Situasi ini memuncak pada Selasa (23/12/2025), ketika puluhan pedagang mendatangi Gedung Graha Ruhui Rahayu, Samarinda, untuk menyampaikan protes secara langsung kepada Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Samarinda.

Mereka menilai mekanisme pendaftaran terlalu kaku, minim pendampingan, serta kurang mempertimbangkan kondisi sosial pedagang pasar tradisional.

Pedagang Lama Kesulitan Ikuti Sistem Digital

Ketua Blok Basah Forum Pedagang Pasar Pagi (FP3), Asri, mengatakan penerapan sistem daring belum sepenuhnya ramah bagi pedagang lama yang mayoritas berusia lanjut.

Pedagang Pasar Pagi ini banyak yang sudah sepuh. Mereka tidak terbiasa dengan pendaftaran online. Kalau tidak didampingi, akhirnya bingung, panik, dan takut kehilangan tempat berjualan,” ujarnya.

Menurut Asri, persoalan tidak hanya soal kemampuan teknologi, tetapi juga menyangkut administrasi Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB).

Pedagang dengan status SKTUB aktif umumnya langsung lolos verifikasi sistem, sementara pedagang yang statusnya tidak aktif harus melalui jalur pengaduan manual.

Tag

MORE