Arus Publik

Tempias Hujan Basahi Lantai 7 Pasar Pagi, Pedagang Khawatir Barang Dagangan Rusak

by:
Lisa
Rabu, 7 Januari 2026 11:3

TOKO - Toko Aghist Jaya di lantai tujuh Pasar Pagi Samarinda, yang sempat terkena tempias hujan, Sabtu (3/1/2026) lalu/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.COPasar Pagi Samarinda yang baru saja selesai direvitalisasi kembali jadi sorotan setelah hujan deras disertai angin kencang, Sabtu (3/1/2026) lalu, menyebabkan air hujan masuk ke sejumlah kios di lantai atas.

Awalnya, laporan hanya menyebut lantai 6 terdampak, namun kenyataannya lantai 7 juga ikut terimbas.

Mashuda, pedagang Toko Aghist Jaya di lantai tujuh, menceritakan insiden itu terjadi saat dirinya membuka kios lebih awal, sementara pedagang lain belum banyak beraktivitas.

Menurut Mashuda, genangan air bukan berasal dari saluran bawah, melainkan tempias hujan yang terdorong angin masuk langsung ke bangunan.

“Saya buka duluan waktu itu. Pas hujan lebat dan anginnya kencang, air dari luar langsung masuk. Bukan satu pintu, tapi sampai tiga sampai empat pintu kios,” ujarnya saat ditemui tim redaksi di lantai 7 Pasar Pagi, Selasa (6/1/2026).

Kondisi makin parah karena kios tidak memiliki tirai atau penutup di bagian depan.

Meskipun rolling door segera ditutup, air sudah terlanjur masuk.

Beruntung, saluran kecil di dalam kios membuat genangan cepat surut. Namun Mashuda menegaskan risiko tetap ada, terutama jika hujan berlangsung lama.

“Kalau hujannya lama, volumenya pasti lebih banyak dan bisa merusak barang. Ini yang kami khawatirkan,” katanya.

Para pedagang menekankan bahwa masalah bukan hujan sebagai fenomena alam, melainkan desain bangunan yang dinilai belum siap menghadapi cuaca ekstrem, terutama hujan deras disertai angin kencang.

“Kami paham hujan tidak bisa diatur. Tapi kalau bangunan pasar, seharusnya sudah diperhitungkan kemungkinan seperti ini. Apalagi ini pasar baru,” tegas Mashuda.

Sebagai pusat grosir konveksi dan pakaian partai besar, lantai tujuh Pasar Pagi memiliki peran vital dalam ekosistem perdagangan.

Pedagang retail dari lantai bawah banyak bergantung pada pasokan barang dari lantai ini. Gangguan sekecil apa pun, menurut Mashuda, bisa berimbas luas.

“Lantai tujuh ini pusat partai. Pedagang dari lantai satu dan dua ambil barang ke sini. Kalau aktivitas di sini terganggu, imbasnya ke semua,” jelasnya.

Meski pihak pengelola pasar dan kepala dinas sempat melakukan peninjauan, hingga kini belum ada tindak lanjut konkret.

Mashuda berharap pemerintah segera mengambil langkah teknis, seperti pemasangan tirai atau penutup di area rawan tempias, untuk melindungi kios dan barang dagangan.

“Kami cuma berharap ada solusi teknis. Supaya saat transaksi sudah berjalan, barang dagangan tidak terancam rusak karena hujan,” tuturnya.

Mashuda tetap menaruh kepercayaan pada pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan Pasar Pagi sebagai pusat ekonomi baru tidak hanya ditentukan oleh bangunan megah, tetapi juga oleh fungsionalitas dan kenyamanan pedagang.

“Pasar ini dibangun untuk menggerakkan ekonomi. Kalau pedagang merasa tidak aman, tentu itu jadi masalah. Kami yakin pemerintah ingin pasar ini benar-benar berjalan maksimal,” tandasnya. (isa)

 

Tag

MORE