Advertorial

Diskominfo Balikpapan

Tantangan Program MBG di Balikpapan: Ketersediaan Pangan Lokal Masih Minim

Selasa, 11 November 2025 16:15

Program MBG bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi 82 juta penerima, termasuk anak sekolah, santri, balita, dan ibu hamil/ arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah menjadi salah satu tantangan besar yang harus diantisipasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Wahidin Alaudin, mengungkapkan bahwa sebagian besar kebutuhan pangan di kota ini masih bergantung pada pasokan dari daerah lain.

Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Sinergitas Lintas Sektor Program MBG yang digelar oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

Menurut Wahidin, komoditas strategis seperti bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula konsumsi, dan kedelai seluruhnya didatangkan dari luar Balikpapan.

Sementara itu, produksi lokal untuk bahan pangan pokok seperti beras, cabai, telur, ayam ras, dan daging sapi masih sangat terbatas.

Balikpapan bukan daerah dengan lahan pertanian luas. Lahan sawah kita kurang dari 100 hektare, sehingga kontribusi beras lokal terhadap kebutuhan kota hanya sekitar 0,10 persen,” ujarnya.

DKP3 juga mencatat kebutuhan pangan bulanan Balikpapan yang cukup tinggi, di antaranya kedelai ±550 ton, gula konsumsi ±310 ton, dan minyak goreng ±598 kiloliter per bulan.

Sementara itu, produksi cabai besar baru mampu menutupi sekitar 14,5% kebutuhan lokal, dan cabai rawit sekitar 18,5%.

Tag

MORE