ARUSBAWAH.CO - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud merespons rencana aksi demonstrasi besar yang akan digelar di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, pada Selasa, 21 April 2026.
Aksi yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini itu diperkirakan diikuti ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat.
Dikabarkan, sedikitnya 4.075 orang telah mendaftar untuk ikut dalam aksi yang diinisiasi oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur.
Aksi itu disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Rudy Bilang Lebih Senang Dialog
Menanggapi hal itu, Rudy Mas’ud mengatakan ia tidak menutup diri terhadap kritik maupun aspirasi masyarakat.
Rudy Mas’ud menyebut kantor gubernur terbuka 24 jam untuk warga Kaltim.
“Saya lebih senang kalau kita melaksanakan dialog. Pintu kantor gubernur ini dibuka 24 jam. Siapa saja tidak pernah kami tolak,” ujarnya saat melantik pengurus Ikatan Keluarga Toraja - Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (IKAT-PMTI) Kaltim periode 2026–2031, Sabtu (18/4/2026).
- Biro Umum Kaltim: 'Memprihatinkan Plafon Jebol, Atap Jadi Kolam', Itu Ungkapan Soal Belanja Fasilitas Rp25 Miliar Gubernuran
- Video 57 Detik Saling Dorong Warga dan Polisi di Polresta Balikpapan Viral, Simak Klarifikasi Kapolda Irjen Pol Endar Priantoro
- Bedah PAD Kaltim 2025: Mahakam Ulu Tembus 500 Persen, Data Lengkap 10 Daerah
Tuntutan Aliansi dan Isu Dinasti Politik
Aksi yang akan digelar itu bukan tanpa alasan.
Aliansi menyebut demonstrasi sebagai respons atas dugaan praktik dinasti politik dan nepotisme di lingkaran kekuasaan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Tag



