“Kita ingin menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda,” kata Aulia.
Sebuah pengalaman yang tidak hanya dilihat, tetapi dirasakan.
Lebih jauh, Aulia menegaskan bahwa penguatan sektor pariwisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif merupakan strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Kukar pada tambang batu bara.
Sektor-sektor ini diyakini mampu membuka sumber ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Peresmian Taman Musik Tenggarong pun menjadi simbol bahwa pembangunan bukan hanya tentang beton dan jalan, tetapi juga tentang ruang berkumpul, cerita, dan identitas.
“Seni dan budaya tradisional masyarakat Kutai khususnya bisa diekspos di taman ini,” tutup Aulia.
Di tengah riuh musik dan lampu malam itu, Taman Musik Tenggarong lahir sebagai ruang harapan—tempat di mana kota, budaya, dan warganya bertemu. (red)
- SMSI, AMSI, dan JMSI Kukar Bentuk KODAK, Angga Triandi: Kolaborasi Kunci Pers Berkualitas
- Inflasi Kaltim 2,28 Persen Disebut Prestasi, Tapi Cabai di Pasar Samarinda Mulai Menyengat Kantong Warga
- Ada 482 Gelaran Pangan Murah Sepanjang 2025 di 10 Kabupaten/ Kota di Kaltim, Rinciannya Simak di Arusbawah.co
Tag




