Baginya, dampak taman ini bukan hanya soal keindahan kota, tetapi juga tentang denyut ekonomi kecil yang hidup di sekitarnya.
UMKM, pedagang kaki lima, hingga pelaku ekonomi kreatif disebut akan menjadi pihak yang paling merasakan manfaat kehadiran ruang publik ini.
Ketika orang datang, berkumpul, dan menikmati pertunjukan, roda ekonomi pun ikut bergerak.
Momentum peresmian taman juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kukar untuk kembali menggaungkan Kalender Pariwisata Kukar.
Ke depan, Taman Musik Tenggarong diproyeksikan menjadi salah satu panggung utama bagi berbagai agenda seni, budaya, dan hiburan yang digelar rutin sepanjang tahun.
Dengan jadwal event yang terencana, Tenggarong diharapkan tak hanya ramai pada momen tertentu, tetapi hidup secara berkelanjutan sebagai destinasi wisata.
Baik wisatawan lokal maupun luar daerah diharapkan datang bukan karena kebetulan, melainkan karena ada alasan untuk kembali.
Di balik itu semua, pembangunan Taman Musik Tenggarong menyimpan visi yang lebih panjang. Pemerintah daerah ingin memperkaya pilihan destinasi wisata sekaligus mengubah wajah pembangunan Kukar yang selama ini lekat dengan industri ekstraktif.
Tak hanya darat, Kukar juga mulai menoleh ke sungai. Sungai Mahakam dan jalur perairan lainnya kini dilirik sebagai bagian dari pengalaman wisata terintegrasi—menghidupkan kembali identitas Kukar sebagai wilayah peradaban sungai.
Tag



