Harapannya, pada awal hingga pertengahan 2026, RSUD Kanujoso resmi menjadi lembaga pelatihan terakreditasi Kementerian Kesehatan.
Jika terwujud, RSUD Kanujoso tak hanya berfungsi sebagai rumah sakit rujukan, tetapi juga sebagai pusat pelatihan tenaga kesehatan bagi wilayah Balikpapan dan sekitar Kalimantan Timur.
Tenaga kesehatan tak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta atau Surabaya untuk meningkatkan kompetensi.
Tak Hanya Internal, Pelatihan Turut Libatkan Tenaga Kesehatan Eksternal
Pelatihan pada waktu terdekat yang direncanakan adalah fisioterapi, dengan kuota 30–40 peserta.
Sebagian berasal dari internal rumah sakit, sementara sisanya dibuka untuk tenaga kesehatan dari luar.
Jenis pelatihannya pun tak sebatas teknis alat medis.
Mulai dari hard skill kegawatdaruratan, seperti penanganan henti jantung, hingga penguatan soft skill yang menunjang kualitas pelayanan akan menjadi fokus.
Menuju 2026, RSUD Kanujoso Berbenah dari Dalam
Lewat program Si Mantap, RSUD Kanujoso Djatiwibowo perlahan mengubah strategi.
Bukan lagi sekadar mempertahankan status kelas A, tetapi memastikan setiap layanan benar-benar layak disebut unggulan.
Karena di era baru pelayanan kesehatan, yang dinilai bukan label di papan nama, melainkan kualitas nyata di ruang tindakan.
(sobizz/apr)




