ARUSBAWAH.CO - Status rumah sakit kelas A kini tak lagi menjadi tolok ukur mutlak kualitas layanan.
Direncanakan mulai 1 Januari 2026, peta pelayanan kesehatan nasional akan berubah.
Penilaian tak lagi bertumpu pada label kelas rumah sakit, melainkan pada kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan kesiapan sarana-prasarana di setiap jenis layanan.
Si Mantap, Strategi RSUD Kanujoso Kejar Standar Pelayanan Baru Lewat SDM
Menyadari perubahan besar tersebut, RSUD Kanujoso Djatiwibowo tak tinggal diam.
Hal ini dijelaskan oleh Wakil Direktur SDM, Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian, Novita Retno Damayanti kepada redaksi Arusbawah.co pada Senin (22/12/2025).
Lewat program Si Mantap, manajemen rumah sakit di Balikpapan ini mulai berbenah, bersiap menghadapi “ujian” baru dunia kesehatan yang menuntut standar lebih nyata, bukan sekadar status.
“Sekarang yang diuji itu bukan kelas rumah sakitnya, tapi pelayanannya satu per satu,” ungkap Novita.
Regulasi Baru Kemenkes Ubah Peta Pelayanan Rumah Sakit Mulai 2026
Dalam regulasi terbaru Kementerian Kesehatan, terdapat sekitar 24 jenis pelayanan dasar yang akan dinilai secara terpisah.
Setiap layanan harus memenuhi dua syarat utama, yakni SDM yang kompeten dan sarana-prasarana sesuai standar.
Jika salah satunya belum terpenuhi, layanan tersebut belum bisa disebut paripurna, meski berada di rumah sakit kelas A sekalipun.
Hasil evaluasi internal RSUD Kanujoso menunjukkan kenyataan yang cukup menantang.
Dari puluhan layanan yang dimiliki, baru tiga layanan yang benar-benar memenuhi kategori paripurna.
Bukan semata karena SDM, tetapi juga karena kesiapan fasilitas yang belum sepenuhnya merata.
Pembayaran Tak Lagi Berdasar Kelas Rumah Sakit Semata
Perubahan ini juga berdampak langsung pada sistem pembayaran BPJS Kesehatan.
Jika sebelumnya klaim dibayarkan berdasarkan kelas rumah sakit, ke depan pembayaran akan disesuaikan dengan strata masing-masing layanan.
“Artinya, satu rumah sakit bisa dibayar berbeda-beda, tergantung layanan apa yang diberikan dan sejauh mana kompetensinya,” jelas manajemen.
- Kaltim Siapkan 4 Kawasan Konservasi Laut! Terbaru di Kabupaten Paser, Yenni Eviliana Suarakan Kajian Ilmiah hingga Keterlibatan Nelayan
- Pelantikan PW IKA-PMII Kaltim, Syafruddin: Kita Disumpah Bukan untuk Berjarak dari Rakyat
- Dinkes Kaltim Gandeng Kejati Amankan Pengadaan Alkes Gedung Jantung RSKD Balikpapan
Kompetensi SDM Jadi Kunci di Tengah Perubahan Sistem
Di titik inilah program Si Mantap menjadi kunci.
Fokus utamanya sederhana namun krusial, yakni memastikan kompetensi SDM benar-benar siap menopang target layanan paripurna.
Selama ini, pelatihan tenaga kesehatan banyak terpusat di Pulau Jawa, dengan biaya yang tak sedikit.
Padahal, RSUD Kanujoso sejatinya telah memiliki sekitar 40 instruktur kesehatan berpengalaman.
Sayangnya, potensi ini belum bisa dimaksimalkan karena rumah sakit belum berstatus sebagai lembaga pelatihan terakreditasi.
“Kami punya instruktur, punya fasilitas, tapi belum punya ‘legalitas’ untuk menerbitkan sertifikat,” ujarnya.
Siap Jadi Lembaga Pelatihan Terakreditasi Kemenkes
Kini, langkah konkret pun diambil.
Seluruh dokumen akreditasi tengah disiapkan dan ditargetkan rampung pada Desember ini.
Harapannya, pada awal hingga pertengahan 2026, RSUD Kanujoso resmi menjadi lembaga pelatihan terakreditasi Kementerian Kesehatan.
Jika terwujud, RSUD Kanujoso tak hanya berfungsi sebagai rumah sakit rujukan, tetapi juga sebagai pusat pelatihan tenaga kesehatan bagi wilayah Balikpapan dan sekitar Kalimantan Timur.
Tenaga kesehatan tak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta atau Surabaya untuk meningkatkan kompetensi.
Tak Hanya Internal, Pelatihan Turut Libatkan Tenaga Kesehatan Eksternal
Pelatihan pada waktu terdekat yang direncanakan adalah fisioterapi, dengan kuota 30–40 peserta.
Sebagian berasal dari internal rumah sakit, sementara sisanya dibuka untuk tenaga kesehatan dari luar.
Jenis pelatihannya pun tak sebatas teknis alat medis.
Mulai dari hard skill kegawatdaruratan, seperti penanganan henti jantung, hingga penguatan soft skill yang menunjang kualitas pelayanan akan menjadi fokus.
Menuju 2026, RSUD Kanujoso Berbenah dari Dalam
Lewat program Si Mantap, RSUD Kanujoso Djatiwibowo perlahan mengubah strategi.
Bukan lagi sekadar mempertahankan status kelas A, tetapi memastikan setiap layanan benar-benar layak disebut unggulan.
Karena di era baru pelayanan kesehatan, yang dinilai bukan label di papan nama, melainkan kualitas nyata di ruang tindakan.
(sobizz/apr)




