Tanggapan Syahariah Mas’ud
Saat dikonfirmasi redaksi Arusbawah.co melalui sambungan telepon WhatsApp pada Selasa (2/9/2025) sore, Syahariah Mas'ud membenarkan laporan itu.
Ia menegaskan bahwa pelaporan kekayaanya sudah sesuai aturan.
“Betul, kalau itu memang laporan sesuai dengan di kantor. Kan saya kemarin di DPD Golkar yang masukkan anggota saya,” ucap Syahariah Mas'ud saat berbincang dengan redaksi.
Saat ditanya soal jumlah kekayaan yang hanya Rp75 juta dan dianggap kecil dibanding pejabat lain, Syahariah balik bertanya,
“Terus maunya bagaimana? Orang-orang juga banyak balikin lagi, kalau hartanya banyak dimasukkan, untuk apa dipromosikan?” tanya Syahariah Mas,ud.
Menurutnya, tidak semua pejabat harus menunjukkan harta besar.
Baginya, kewajiban utama adalah menyampaikan laporan sesuai aturan, bukan untuk memamerkan kekayaan.
“Kenapa orang mau tahu saya punya duit atau harta? Emang ada masalah dengan orang ya? Tidak semua pejabat negara itu menampakkan hartanya,” tegasnya.
Syahariah juga menilai ada kesalahpahaman publik yang kerap mengaitkan nama belakang “Mas’ud” dengan kekayaan besar.
“Kenapa harus pamer harta, pamer kekayaan? Gila nggak, terus apa untungnya? Nanti malah dikejar KPK loh,” kata Syahariah Mas'ud.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa yang terpenting adalah kepatuhan terhadap kewajiban negara.
Tag



