Arus Terkini

COP 30 di Brasil

Tak Hanya Penjaga Hutan, Orang Muda Papua Tuntut Hak di Forum Iklim Dunia

Aksi 23 Pemuda Indonesia di Forum Global untuk Keadilan Iklim

Kamis, 3 Juli 2025 22:51

ANAK MUDA - Vanessa Reba (24) dari Gerakan Malamoi/ HO

 

Tiga Isu Besar

Direktur Eksekutif Life of Pachamama, Juan David Amaya, menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar simbol perlawanan, tetapi pernyataan strategis atas peran yang harus diemban oleh pemuda dari belahan dunia Selatan dalam membentuk tata kelola sosial-lingkungan dunia.

“Deklarasi ini adalah afirmasi politik dan strategis atas peran pemuda dari belahan dunia Selatan dalam membentuk arah tata kelola sosial-lingkungan global. Ini bukan sekadar simbolik, melainkan latihan kepemimpinan yang memiliki kapasitas dan legitimasi,” ujarnya.

Bagi Iqbal, suara yang ia bawa ke COP30 merupakan cerminan dari perjuangan panjang masyarakat adat yang selama ini terpinggirkan dalam diskusi iklim global. Keterlibatannya membawa tanggung jawab besar.

“Saya akan membawa tiga isu besar dari Indonesia ke COP30: hak masyarakat adat, deforestasi, dan pertambangan. Kalau kita serius dalam menangani perubahan iklim, RUU Masyarakat Adat merupakan solusi iklim yang kritikal," katanya lantang.

Pernyataan Iqbal mengandung semangat yang dirasakan oleh banyak orang muda di seluruh dunia yang menghadapi ketimpangan yang sama dalam krisis iklim.

“Orang muda di seluruh dunia harus bangkit, keluarlah dan hentikan sistem yang terus mengeksploitasi sumber daya alam tanpa peduli pada keberlanjutannya. Indonesia juga harus berhenti mengkriminalisasikan masyarakat adat dan pemuda yang berjuang karena mereka bersuara untuk udara yang layak,” ujar Iqbal lagi.

Di COP30, Iqbal, Vanessa dan rekan-rekannya menuntut ruang, hak, dan keadilan.

Dan dunia harus berhenti merumuskan masa depan tanpa melibatkan generasi yang akan menjalaninya. (*) 

Ads Arusbawah.co

 

 

 

Tag

MORE