Menjelang kedatangan tim penilai, pengelola geopark juga tengah memperkuat branding kawasan.
Berbagai papan informasi, stiker, penanda geosite hingga sosialisasi kepada masyarakat mulai dipasang dan diperkuat.
Langkah tersebut dilakukan karena selama ini aktivitas wisata, konservasi dan pemberdayaan masyarakat sebenarnya sudah berjalan di sejumlah geosite.
Namun aktivitas tersebut belum terhubung dalam satu identitas besar sebagai Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Verifikator Akan Kunjungi Sejumlah Geosite Unggulan di Berau dan Kutai Timur
Berdasarkan rencana yang disusun tim pengelola, verifikator akan tiba melalui Bandara APT Pranoto Samarinda sebelum melanjutkan perjalanan ke Sangatta, Kaliorang, Karangan hingga sejumlah geosite unggulan di Berau.
Beberapa lokasi yang masuk agenda kunjungan antara lain Air Terjun Tangga Bidadari dan Gua Mengkuris yang menyimpan jejak telapak tangan prasejarah.
Situs ini menjadi salah satu daya tarik utama karena memiliki karakter yang tidak ditemukan di kawasan geopark lain di Indonesia.
Tim juga dijadwalkan mengunjungi kawasan Biduk-Biduk, Labuan Cermin hingga Teluk Sumbang untuk melihat langsung bentang alam karst yang membentang dari kawasan daratan hingga pesisir.
Tiga Pakar Nasional Turun Langsung ke Lapangan
Tim verifikator terdiri atas tiga pakar yang berasal dari Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin dan Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM.
Selama proses penilaian mereka akan didampingi tim pengamat dari Bappenas.
Dari total 26 geosite yang tersebar di kawasan geopark, hanya beberapa lokasi prioritas yang akan dikunjungi karena waktu verifikasi maksimal hanya lima hari.
(sobizz/wan)
Tag



