Arus Publik

Sungai Mahakam Jadi "Selat Hormuz" Batubara, Rp864 Triliun Mengalir Setiap Tahun, Kaltim Hanya Kebagian Rp8,56 Triliun

PAPARAN - Dicky Edwin Hindarto Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau (YMH) dalam sebuah pelatihan Peliputan Transisi Energi Berkeadilan dan Green Jobs bagi Jurnalis di Kaltim yang digelar di Hotel Aston Samarinda, Rabu (24/6/2026)/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO – Kalimantan Timur (Kaltim) selama ini dikenal sebagai jantung industri batubara nasional.

Namun di balik besarnya kekayaan yang keluar dari Kaltim, muncul pertanyaan yang terus berulang: seberapa besar manfaat yang benar-benar kembali ke masyarakat Kaltim?

Pertanyaan itu muncul dalam Pelatihan Peliputan Transisi Energi Berkeadilan dan Green Jobs bagi Jurnalis di Kaltim yang digelar di Hotel Aston Samarinda, Rabu (24/6/2026).

Salah satu pemateri, Dicky Edwin Hindarto, Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau (YMH), memaparkan data yang menunjukkan betapa besarnya arus kekayaan batubara yang mengalir keluar dari Kaltim.

Yayasan Mitra Hijau Soroti Arus Kekayaan Batubara yang Keluar dari Kaltim

Yayasan Mitra Hijau sendiri merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) nasional yang berdiri sejak 2013.

Organisasi itu bergerak dalam isu perubahan iklim, mulai dari mitigasi, adaptasi, penyusunan kebijakan hingga implementasi program transisi energi berkeadilan di Indonesia.

Dalam paparannya kepada Jurnalis Kaltim, Dicky menyebut Sungai Mahakam kini berfungsi layaknya Selat Hormuz di Timur Tengah, yakni jalur vital yang menopang lalu lintas komoditas strategis dunia.

200 Tongkang Batubara Melintas Setiap Hari di Sungai Mahakam

Setiap hari, kata dia, sekitar 200 tongkang batubara melintasi Sungai Mahakam.

Masing-masing tongkang mengangkut sekitar 8.000 hingga 12.000 ton batubara menuju pasar ekspor maupun kebutuhan domestik.

Nilai ekonomi yang bergerak melalui jalur air tersebut tidak kecil.

Dalam sehari, nilai batubara yang melintas diperkirakan mencapai Rp2,4 triliun.

Jika dihitung dalam setahun, nilainya mencapai sekitar Rp864 triliun.

Angka itu menunjukkan betapa besarnya kekayaan alam yang keluar dari Kaltim.

Tag

MORE