Arus Publik

Samarinda Terkini

Sudah Dibagi, 1.500 Lapak Pasar Pagi Masih Menganggur

Disdag Samarinda Beri Tenggat Hingga Agustus

TAMPAK DEPAN - Tampilan pintu masuk Pasar Pagi Samarinda dari sisi jalan Jenderal Sudirman/ARUSBAWAH.CO

Ia juga enggan mengaitkan peresmian dengan tingkat keterisian kios.

Menurutnya, keputusan peresmian merupakan hak kepala daerah.

"Pak Wali yang punya komitmen atau pernyataan kapan beliau mau meresmikannya," demikian kata Nurrahmani.

Pasar Pagi Bukan Ladang Investasi

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi menilai persoalan terbesar Pasar Pagi saat ini bukan lagi soal pembangunan fisik, melainkan bagaimana memastikan kios-kios yang sudah dibagikan benar-benar digunakan untuk berjualan.

Sebab hingga kini masih terdapat ribuan lapak yang belum ditempati pemiliknya.

Padahal menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan tempat usaha.

Karena itu, DPRD meminta Dinas Perdagangan Samarinda segera menyusun langkah dan aturan yang jelas agar seluruh kios yang sudah dibagikan bisa segera terisi.

"Kami juga meminta dinas membuat program sekaligus memastikan aturan yang jelas. Yang paling penting, bagaimana Pasar Pagi bisa segera terisi penuh. Jangan sampai sudah diberi lapak tetapi tidak dibuka, sementara masih banyak masyarakat lain yang membutuhkan," kata Iswandi.

Politikus PDI Perjuangan itu mengingatkan bahwa Pasar Pagi dibangun menggunakan uang rakyat untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, lapak yang dibiarkan kosong tanpa aktivitas perdagangan dianggap tidak memberikan manfaat apa pun.

Menurutnya, pasar bukan tempat menyimpan aset atau investasi, melainkan ruang bagi pedagang mencari nafkah.

"Pasar Pagi bukan ladang investasi bagi pemilik lapak. Pasar ini dibangun dengan uang rakyat agar ekonomi berputar dan pedagang bisa berjualan. Kalau kondisinya seperti sekarang, apa nilai tambahnya?" ujarnya.

Bangunan Megah, Fungsi Belum Maksimal

Di sisi lain, Iswandi juga kembali menyoroti kondisi Pasar Pagi yang menurutnya masih menyisakan sejumlah persoalan dari sisi fungsi.

Ia mengakui secara tampilan bangunan Pasar Pagi memang terlihat jauh lebih modern dan menarik dibanding sebelumnya.

Namun kondisi itu belum sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan pedagang maupun pengunjung.

"Makanya sejak awal saya katakan, Pasar Pagi ini secara estetik memang bagus. Tetapi secara fungsi masih banyak yang tidak sesuai kebutuhan," katanya.

Menurut Iswandi, persoalan itu terlihat dari masih banyaknya kios kosong hingga berbagai kebutuhan penunjang yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Akibatnya, bangunan yang secara visual terlihat megah tersebut belum mampu berfungsi optimal sebagai pusat perdagangan.

"Hasilnya bisa dilihat pada Pasar Pagi. Secara estetik memang terlihat bagus. Orang melihat bangunannya bagus. Tetapi ketika masuk ke dalam, secara fungsi masih banyak yang tidak berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.

Karena itu DPRD Samarinda berencana kembali memanggil Dinas Perdagangan untuk membahas berbagai persoalan Pasar Pagi yang belum sempat dikupas dalam rapat evaluasi semester pertama.

Menurut Iswandi, pembahasan lanjutan diperlukan agar berbagai kendala yang masih tersisa bisa segera ditemukan solusinya dan Pasar Pagi benar-benar mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

(raf)

 

Tag

MORE