Fenomena ini mencerminkan apa yang para peneliti sebut sebagai kutukan sumber daya, yaitu kondisi di mana daerah yang kaya sumber daya alam justru rentan terhadap ketimpangan.
Indonesia Corruption Watch (ICW) juga mencatat Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi dengan indeks resource-curse tinggi, yang ditutupi dengan praktik korupsi di sektor sumber daya alam.
ICW menilai lemahnya pengawasan proyek, tingginya biaya politik, dan celah dalam sistem desentralisasi fiskal menjadi penyebab utama maraknya praktik korupsi di daerah.
Artinya, besarnya aktivitas ekstraktif di Kaltim tidak otomatis mendorong pemerataan ekonomi bagi masyarakatnya.
Keuntungan Ekstraktif Mengalir ke Elite, Bukan ke Daerah
Laporan CELIOS 2026 mencatat bahwa kekayaan 50 orang terkaya di Indonesia sebagian besar bersumber dari sektor ekstraktif seperti batu bara, sawit, dan nikel.
Salah satu contohnya adalah Low Tuck Kwong. Ia adalah pemilik Bayan Resources.
Tag



