ARUSBAWAH.CO - Kalimantan Timur adalah salah satu provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar di Indonesia, ditopang oleh sektor pertambangan batu bara yang mendominasi struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Namun besarnya aktivitas ekstraktif di wilayah ini tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakatnya.
Laporan terbaru Center of Economic and Law Studies (CELIOS) berjudul Republik Oligarki: Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026 memberikan konteks penting tentang bagaimana dominasi sektor ekstraktif oleh segelintir elite turut memperparah ketimpangan di daerah penghasil sumber daya alam seperti Kalimantan Timur.
Sektor Ekstraktif Tumbuh, Ketimpangan Ikut Naik
Kalimantan Timur mencatat Gini Ratio sebesar 0,312 pada Maret 2025, naik 0,002 poin dibandingkan September 2024 yang sebesar 0,310, berdasarkan data BPS Kaltim.
Angka ini mencerminkan distribusi pengeluaran masyarakat yang semakin meningkat meskipun sektor pertambangan terus bergeliat.
Tag



