Selain bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, banyak perempuan disebut masih harus menanggung pekerjaan rumah tangga dan biaya pengasuhan anak atau childcare dari kantong pribadi.
Sementara itu, negara dinilai belum menghadirkan kebijakan childcare yang memadai untuk membantu perempuan pekerja.
Dalam kajian tersebut, pemberdayaan perempuan tidak hanya dipandang sebagai isu kesetaraan gender semata, tetapi juga berkaitan dengan keadilan ekonomi dan demokrasi.
Ketika perempuan memiliki akses pendidikan, pekerjaan layak, dan perlindungan sosial yang lebih baik, maka struktur ekonomi disebut dapat menjadi lebih inklusif.
Karena itu, sistem yang terlalu terkonsentrasi pada kepentingan elite dinilai cenderung tidak memberi ruang besar terhadap perubahan yang dapat memperkuat kelompok rentan, termasuk perempuan.
Pernyataan CELIOS tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial karena dianggap menggambarkan hubungan antara oligarki dan persoalan ketimpangan gender di Indonesia. (sal)




