ARUSBAWAH.CO - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai sistem oligarki menjadi salah satu faktor yang memperparah ketimpangan gender di Indonesia.
Dalam kajiannya, pemberdayaan perempuan disebut belum menjadi prioritas karena dianggap dapat mengganggu kepentingan elite ekonomi dan politik.
CELIOS menyebut struktur oligarki tidak hanya memengaruhi distribusi kekuasaan dan ekonomi, tetapi juga ikut mempertahankan ketidaksetaraan sosial, termasuk terhadap perempuan.
Menurut laporan tersebut, pemberdayaan perempuan dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi karena mendorong perlindungan tenaga kerja yang lebih kuat, upah yang lebih layak, hingga kebijakan sosial yang lebih adil.
Selain itu, meningkatnya posisi tawar pekerja perempuan juga dianggap dapat mengurangi dominasi kelompok pemilik modal dalam menentukan arah kebijakan ekonomi.
“Ketimpangan gender dimanfaatkan dan diperkuat karena menguntungkan elite,” tulis laporan tersebut.




