“Hari ini kita viral bukan karena prestasi, tapi karena marwah Kaltim justru diinjak-injak. Itu yang kami kritik,” tegas Hiththan.
Kecewa Dibungkam di Kampus Sendiri
Di sisi lain, mahasiswa juga menyayangkan sikap pihak kampus yang meminta mereka keluar dari forum diskusi.
Padahal, menurut mereka, kegiatan tersebut bersifat terbuka untuk umum.
“Kekecewaan terbesar karena kami dibungkam di rumah sendiri. Hak menyampaikan aspirasi justru dibatasi,” ujarnya.
BEM KM pun menegaskan akan terus mendorong debat terbuka sebagai ruang adu gagasan antara mahasiswa dan pemerintah.
“Gubernur mau berdebat atau tidak? Berani atau tidak? Itu yang ingin kami lihat,” pungkasnya. (raf)
Baca juga:




