Data yang dipaparkan Rudy Mas’ud cukup memperlihatkan.
Kata dia, produksi PT ENI Italia diperkirakan mencapai 1,8 juta kaki kubik gas per hari, ditambah sekitar 100 ribu barel kondensat per hari.
Dengan volume sebesar itu, dampaknya bagi ekonomi daerah dinilai signifikan.
MMPKT Jajaki Kembali Peluang PI 10 Persen Rapak dan Ganal
Di level teknis daerah, Direktur Utama Perusda Migas Mandiri Pratama Kaltim (MMPKT), Muhammad Iqbal, mengakui prosesnya masih panjang.
Pihaknya sedang kembali menjajaki peluang mendapatkan PI, terutama untuk Wilayah Kerja (WK) Ganal dan Rapak.
“Tahun 2021 sempat ada penawaran untuk Ganal dan Rapak. Dokumennya masih ada di kami,” kata Iqbal.
Namun prosesnya tersendat karena revisi POD dan regulasi.
Ia merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 yang mengatur mekanisme penawaran PI kepada daerah.
Untuk wilayah di atas 12 mil laut, keputusan tetap di tangan menteri.
Iqbal menjelaskan, jika PI disetujui, MMPKT hanya bertindak sebagai penerima.
Pengelolaan akan dilakukan anak perusahaan yang dibentuk khusus.
Sebab, aturan mewajibkan pengelola PI berbentuk badan usaha atau BUMD dengan kepemilikan saham mayoritas bahkan hampir 100 persen milik pemerintah daerah.
“Kami terima, lalu anak perusahaan yang kelola dengan sahamnya 99,9 persen milik pemerintah daerah,” ujarnya.
Terakhir kata Iqbal, Saat ini perusda MMPKT terus komunikasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) masih berlangsung, terutama untuk memastikan status revisi POD.
“Saat ini kami kembali berkomunikasi dengan SKK Migas untuk menanyakan perkembangan revisi POD. Seharusnya revisi itu sudah selesai, kami tetap mencoba mendekati peluang penawaran PI 10 persen, yang sebelumnya sudah masuk surat penawarannya,” demikian kata Muhammad Iqbal.
(wan)
Tag




